Senin, 02 Februari 2009

Karoid Saba Kota #1

Sepulangnya dari kampus, aku segera menuju ke rumah kontrakanku. Biasanya aku bergaul dan bercanda-canda dulu di Koperasi Unit Desa atau Kantor Catatan Sipil di lingkungan tempat tinggalku.

Tapi Capai sekali rasanya badan ini. Seluruh sendi-sendi di tubuhku rasanya hampir copot.Ditambah lagi, mulutku terasa bau sekali. Jadi aku ingin segera pulang. Bukan, bukan ingin sikat gigi. Tapi agar aku tidak bertemu orang di tengah jalan. Kalau nanti mereka mengajakku bercakap-cakap, aku takut mereka mencium aroma yang tidak sedap dari mulutku. Makanya aku segera bergegas pulang.


Sesampainya di kamar, aku segera merebahkan tubuh di peraduan. Oh ya, tak lupa aku membaca doa tidur terlebih dahulu. Begini doanya : "Ya Allah...aku mau tidur...amin". Setelah itu aku langsung terlelap, terbuai mimpi-mimpi indah (mimpi bertemu kekasihku, Romlah,di kampung)


Setelah tertidur lebih kurang 30 menit, aku mengecek celanaku. Oh..tidak basah, jadi aku tidak perlu mandi. Dengan satu kerlingan,ku lirik jam tanganku (aku tidak punya jam dinding), oh,sudah pukul 7 Waktu Indonesia Barat. Aku tersentak. Terkejut.Lemas. Dan mataku panas menahan air mata yang hampir tumpah. Ya Tuhan....aku melewatkan sholat Maghrib. Tapi ada yang berbisik di telingaku, "kamu juga melewatkan sholat Subuh, Zuhur, dan Ashar sejak 3 tahun yang lalu". Oh iya, aku lupa. Kenapa aku harus terkejut sekarang. Segera aku riang kembali.



Tiba-tiba aku mendengar bunyi dari perutku. Tidak sebenarnya. Dari mulutku. Mulutku yang mengeluarkan bunyi : "kriuk...kriuk". Hal ini aku lakukan agar rasa lapar yang aku rasa mendapatkan backsound yang tepat sehingga terasa lebih syahdu dan mumpuni.



Segera aku raih celanaku. Juga jaketku. Karena cuaca sedang dingin, makanya aku memutuskan untuk mengenakan jaket. Di dalam jaket, aku mengenakan kaos dalam yang tipis sekali, yang aku kenakan dari pagi sewaktu kuliah. Ritsleting jaket aku buka, sehingga terlihat dengan jelaslah dadaku yang bidang...nya berbentuk bola,yang melekat di balik kaos dalamku. Perutku juga tak mau kalah menunjukkan kelebihan...lemak dan selulitnya.


Tiba-tiba aku ingin makan bubur kacang hijau yang sarat gizi itu. Memang sih letaknya berjauhan dari kosku, tapi yah, segala sesuatu kan perlu pengorbanan, termasuk untuk menikmati nikmatnya bubur kacang hijau paling enak seanteroooo...warung bubur itu.


Aku melangkahkan kakiku dengan sedikit sedih. Kenapa sedih? ya, seperti biasa, sehabis bangun tidur dan mendapati tiada seorangpun yang tidur di sebelahku, aku merasa sedikit kesepian. Tapi yah, kalau sekarang disuruh memilih istri atau bubur kacang hijau, aku memilih bubur kacang hijau seratus kali, tapi kalau istri yang dilumuri bubur kacang hijau? ya...aku pilih itu.


Sedang asyik berjalan sampai berkhayal menikmati bubur kacang hijau dengan susu yang bisa langsung dinikmati dari wadahnya,tiba-tiba telepon bimbitku bergetar. Segera aku angkat telepon bimbitku.


Beda : "Nyet, dimana lu, di kos ngga?"

aku sedikit kikuk dan risih, karena aku tidak biasa menggunakan bahasa kota

Roid : "engga nyuk...gw lagi cari makan...lagi di jalan ni bo'...napa seh jeung....berisik deh ih telpon-telpon brondong....yuuuuk" (terlihat sekali aku gugup menggunakan bahasa kota)

Beda : "gw lagi di Jakarta....numpang mandi di kos lu dong"

Roid : "ya udah".


bola-bola khayal yang di dalamnya terdapat istri berlumuran kacang hijau segera pecah dari fikiranku. aku segera memutar balik tubuhku ke arah kos.


oh ya, Beda adalah temanku yang bekerja di Manokwari. Sepertinya dia sedang libur dari pekerjaannya, sehingga dia sempat bertandang ke daerah kampusku.


Singkat cerita, aku dan Beda bertemu di sebuah toko kelontong. Dan ternyata di sana ada juga Vio. Segera kami menuju ke kosku. Bak orang-orang penghuni dunia klise lainnya, sebelum masuk ke kos aku berkata, "maaf, kamar gw berantakan". Ingin sekali aku memotong lidahku karena bertingkah sangat klise.


Setelah itu, kami pun masuk bersama-sama ke kamar kosku. Beda segera mengambil alat-alat mandinya di kopernya dan menuju kamar mandiku. Aku bergumul dengan Vio dalam percakapan yang lumayan basa-basi. Yah, walaupun kami intim di dunia maya, kami sebetulnya sangat jarang bertemu di dunia nyata, sehingga aku gugup sekali, lututku gemetaran, gigiku bergemeretak, bibirku berkedut-kedut, wajahku bersemu merah.


Ini semua kualami karena Vio sangatlah cantik. Lebih cantik dari wanita manapun yang pernah aku temui. Ya ampun, kalau di dekatku ada tiara dan selempang gelar, pasti akan aku sematkan tiara itu di kepalanya dan aku sematkan selempang di tubuhnya. Selempang itu bertuliskan, "Versi Wanita dari Ari Wibowo". Karena bagiku, tak ada pria lain yang lebih tampan di dunia ini selain Ari Wibowo.


Setelah Beda membersihkan tubuhnya dan area-area kewanitaannya (aku rasa setiap lelaki juga memiliki area kewanitaan, benar kan?atau cuma aku saja ya?), Beda dan Vio segera mengajakku untuk keluar mencari makan. "umm...kayanya gw besok harus ngumpulin tugas deh, belum gw kerjain", tukasku. "terus kenapa?", tanya Vio. "ga papa sih, ayo..", pungkasku.


Kami segera menaiki mobil Beda dan mencari tempat untuk membeli pangan. Aku mewanti-wanti mereka agar tidak pergi jauh-jauh dari papan-ku karena aku harus mengerjakan tugas. Vio mengusulkan untuk ke Pondok Indah Mall.


Apa?? aku tersentak. POndok Indah? Tempat kalangan menengah atas itu. ah....jangan...jangan...aku tidak bersalin tadi, aku hanya mengenakan kaos dalam, jaket dan celana pendek serta sandal. Sandangku sangat tidak sesuai untuk momen kali ini. Ini akan menjadi aib untuk keluargaku. Untuk menghadiri acara makan malam di mall ini, aku harusnya sudah memesan sandang dari desainer lokal setahun sebelumnya.


Tapi Beda bergeming, dan akhirnya mengarahkan mobilnya ke Pondok Indah Mall.


Untungnya waktu itu sudah sekitar pukul 9 malam, sehingga sudah banyak warung di Pondok Indah Mall yang tutup. Sehingga, tidak banyak juga insan-insan yang berkeliaran di dalam Mall. Walaupun begitu, tetap saja, aku dan kaos dalam bauku mengalami kerendahan diri.


Setelah mencari-cari tempat makan yang pas, dan buka juga, karena ternyata banyak warung makan yang sudah tutup, akhirnya pilihan kami jatuh ke Din Tai Fung. Rumah makan yang menjadi impian Vio untuk dimakani sewaktu dia kuliah dulu. Karena Beda yang mentraktir kali ini, makanya aku setuju-setuju saja dibawa ke tempat yang sepertinya mahal itu.


Berikut aku tunjukkan foto-foto yang aku ambil dari telepon bimbitku kepada kalian para pembaca. aku juga menjelaskan makna foto-foto ini kepada kalian agar kalian tidak bertanya-tanya, apa esensi dari karya foto ini.


Ini adalah restauran itu..Din Tai Fung namanya.
Seperti nama ketua kelompok pengemis di
serial Return of The Condor Heroes ya.......


Setelah bersepakat, akhirnya dengan malu-malu, aku memasuki restaurant itu.....


Kami menemukan hal yang menarik di mejanya.....di setiap meja, terdapat empat selebaran yang sepertinya merupakan potongan artikel dari surat kabar terkemuka di Amerika.....segera aku foto artikelnya.....aku malu wajahku kelihatan.....jadi aku tutup wajahku dengan artikel....ah....jilbabku ini sangat membantuku menutupi auratku....


Din Tai Fung bahkan terpilih sebagai sepuluh
restoran terbaik di dunia....nomor sembilannya warung
Ceu Ikin lho.....


aku ingin sekali mendapatkan gambar setiap sudut restaurant tapi aku malu karena ada pengunjung yang melihatku terus dan sepertinya sedikit mencibir. Aku cuma mendapatkan ini.


itu adalah wanita-muda pelayan dengan pakaian hitam putih


setelah itu kami melihat-lihat menu. Beda memesan nasi Goreng sapi. Vio meminta persetujuanku untuk memesan Dim Sum karena katanya dia tidak habis kalau harus mengkonsumsinya sendirian. tentu saja aku setuju. Karena aku belum pernah mengkonsumsi penganan itu. Tapi hatiku tertambat pada sebentuk penganan yang bernama mie dangdang.


Bentuknya kelihatan lezat. Dan ada dua jenis mie. Yang terbuat dari tepung dan bayam. aku dilema. Harus memlilih yang mana. Lagipula aku takut menyesal, kalau ternyata nanti mie dangdang tidak semolek gambarnya. Sehingga aku bertanya kepada wanita-muda pelayan, "ini enak Mbak?"...."Enak", tukasnya. Dan dia menjadi penyelamatku dengan mengatakan kalau memesan mie tersebut, akan mendapatkan satu porsi gratis lagi. wah....segera aku memesan dua porsi, satu mie tepung..satu mie bayam....satu porsi kutujukan untuk Vio.


Selagi menunggu pesanan, aku mengambil foto kedua temanku.


pasti kalian tau yang mana Vio dan yang mana Beda


Setelah itu pesanan kami pun datang.............


Dimsum....terlihat seperti kotoran yang berwarna putih ya



mie hijau dan mie putih...konon...ini diilhami dari legenda Cina,
mie putih dan hijau adalah saudara tiri, mie putih anak yang baik,
mie hijau anak yang congkak...mienya tidak enak....serius


puding rumput laut...konon ini dihasikan dari rumput laut..
Vio bertanya : ini apa?/agar-agar rumpu laut jawabku/
loh?bukannya semua agar-agar dari rumput laut?/
eh,puding rumput laut ding, elakku/
puding juga dari agar-agar dodol!katanya/
lalu kami bersepakat bahwa nama makanan ini tidak kreatif juga
harganya terlalu mahal untuk ukuran sekecil itu...lagipula rasanya
biasa saja



dan kamipun menikmati hidangan kami.......







cuma Vio yang tau cara makan Dimsum, jadi dia mengajariku,
ternyata makanan ini enak


ini seperangkat bumbunya

kemudian Vio penasaran, apa sih cairan yang ada di toples sebelah kiri, aku juga penasaran. Dia lalu membuka, dan menciumnya. Cabai....ucapnya lirih. Lalu dia menyendoknya dan menyodorkan kepadaku. Lalu aku menyeruputnya seperti aku menyeruput kuah baso. Terang saja aku langsung merasakan lidahku tersengat. Aku buru-buru mengambil minuman. Vio tertawa terbahak-bahak. Lama sekali. Dia lalu menjelaskan kalo yang dia maksud adalah aku mencium aromanya saja atau sedikit mencicipinya, jangan menghabiskan seluruh isi sendok. Aku baru mahfum.


Ternyata pantas sekali Din Tai Fung menduduki perangkat sepuluh di bawah warung Ceu Ikin, karena menurut hematku, warung Ceu Ikin memang lebih enak. Dan pastinya lebih hemat, menurut hematku.


dan setelah menandaskan semua makanan di piring, kamipun bergegas pulang.



Kemudian Beda mengajak ke Taman Lawang.




bersambung..........

13 komentar:

Lucianna Perez Malebay mengatakan...

Wah...cerita pesiar makanmu sungguh meng'asyikkan'

Aq menunggu tak sabar menunggu kelanjutan kisah2 pertamamu ketika singgah di tempat yg mahal lainnya...

Re_Notxa mengatakan...

Waduh...enak emang bang?
Wow....
namanya kayak tukang bakpao di pilem2 silat.
Yeah...
Yooo, Mr. Dim sum, kaw menggoncang lidahku....

rwidagdo mengatakan...

hahaha...
id nama kelompok pengemis di sin tiauw hiap lu itu kaipang bukan.. nah ketuanya pengemis utara yang bapaknya oey yong.. si oey yong itu akhirnya nikah ama kwee ceng.. punya anak namanya kwee hu. nah kwee hu ini yang ngebuntungin tangannya Yoko.. wah kesian yah Yoko.. loh kok malah cerita silat...
ditunggu lanjutannya nih cerita silatmu.. hehehehe

rerere mengatakan...

WOW

after such a long time...
i'm longing for such stories from the so called pegawai negery sexi

on of the best postings so far in 2009-"roeper and ebert

btw, gw pengen bgt coba makan din tai fung....
belom kesampean...

kacrut mengatakan...

iye.. berasa pegawai negeri sexy sudah kembali ya re.. hihihihihihi..

pegawai negeri sexy.. ya kayak gini ni postingannya... hahahahahahhaha

btw enak yah??

dimsum yah?? kalu ransum?? biasanya aku bawa ke kantor,., hahahahhahaha

btw beda anak BPK manokwarie ya id??

gak pernah tau tuh.. dy biasa ikutan tenis sama org KPPN gak??

Vio mengatakan...

Gw masi ketawa ketawa tiap inget muka lu pas nyruput cabe. Skrg aja gw mati2an nahan ktawa di kelas.

Hidden Closet mengatakan...

kok poto lu ga ada roid, sapa tau kalo ketemu di kampus bisa ngenalin.
yang nomor 8 warungnya bubor kan?
hehe...

septian niko mengatakan...

bubor bukannya no. 2 ya id??? kangen ayam rendangnya, euy...

aing mengatakan...

ceritera yang terpuji, terpuji cara berceriteranya, isinya biasa saja.

tapi siapa peduli? yang penting bagaimana cara berceritera, ya tidak?! hahaha

phanie mengatakan...

rooid..hahaha..aku seneng baca crita ini..cr nyritainnya elo bgt..bodoh dan lucu..hehehe..
sukses ngebuat gue ketawa di pagi suntuk yg banyak kerjaan ini..

Anonim mengatakan...

roooid sekseehhh yang makin sekseeehhhh ajiiiippp...

akhirnya kamu kembali, akhirnya g perlu nunggu lama untuk "the next posting" i lov u roid.

NB : g tau knp aku suka postingan yg ada fotonya, lebih idup.


~~silent reader~~

Anonim mengatakan...

roid

sungguh tega...gue lagi di warnet sampe menitikkan airmata huahauhauahauhauahuahaua

-sissy-

PNS mengatakan...

thanks guys...gw nulisnya penuh perjuangan karena gw sempetin nulis di tengah-tengah stressnya tugas menumpuk....all my suffers are paid berarti....lebay....