Minggu, 08 Februari 2009

Karoid Saba Kota #2

Rinai hujan membasahi Jakarta, kota metropolitan dimana Britney Spears tidak dilahirkan....aku memandangi langit-langit Jakarta yang gelap....Jakarta terlihat ramah jika gelap.....tak ada polusi...tak ada wajah-wajah bengis dan lapar.....Jakarta berganti wajah jika gelap....murkanya seolah sirna....


aku menikmati pemandangan Jakarta yang elok dengan syahdu dalam kendaraan roda 4 temanku...sengatan-sengatan rasa gatal di daerah ketiak kadang-kadang menyerang....pasti ini akibat bedak tabur pencegah keringat yang kupakai....MBK namanya...entah kenapa aku masih setia menggunakannya...padahal telah tersedia banyak sekali deodorant modern yang anti perspirant, begitu yang tersurat di kemasannya.....

sesekali aku melirik kedua temanku.....begitu mereka menoleh ke arah yang lain, aku cepat-ceat menggaruk ketiakku.....seketika....sekelebat...cepat.....dan begitu mereka menoleh ke arahku...aku duduk manis lagi dengan senyum menyungging.....dan telunjuk kanan di pipi.....


tiba-tiba seorang temanku bersabda, "amboi....aku belum pernah ke taman lawang...bagaimana kalau kita sekarang ke sana sahabat-sahabatku".......


tubuhku bagai disengat listrik.......apa??? peluh bercucuran di pelipisku...liur menetes dari hidung hingga ke mulutku....aku cicipi sejumput....lumayan juga fikirku.....aku terperangah....sontak mengejang.....ta....ta...taman lawang.....mulutku terbata-bata........


"kamu yakin teman?"

"yakin sahabat?"

"kamu tahu dimana letaknya memang?"

"tidak....bukankah kamu yang tinggal di Jakarta?"

"iya....payah kamu....kamu kan tinggal di Jakarta...lagipula kamu sering menyebutkan taman lawang di jurnal harian kamu di dunia maya....masa kamu tidak tahu"

"entahlah sahabat-sahabatku...aku memang tidak tahu"

"hmmm...bagaimana kalau kita tanya saja insan-insan di jalan"



kendaraan kami melaju pelan, mencari insan-insan yang bisa diajukan satu dua pertanyaan tentang keberadaan taman lawang.....


tapi aku resah....gundah....oh...mudah-mudahan mereka mengurungkan niat mereka.....


"lihatlah...itu dua orang insan yang sepertinya tahu dimana letak taman lawang!"


"baiklah...siapa yang akan bertanya?"....


"kamulah...aku kan mengenakan jilbab...apa kata masyarakat bila melihat seorang wanita dengan penutup kepala mengunjungi tempat nista?"


"baiklah"


kendaraan kami melaju pelan.....mendekati kedua pria itu......


"permisi bapak-bapak..kami ingin bertanya...dimanakah letak taman lawang"....


"oh....kalian ingin mencari wanita-pria ya?


"iya pak...ini sahabat saya yang mencarinya"...


"oh...kalau begitu kalian lurus saja ke sini....dan lain-lain....dan lain-lain", beliau menyunggingkan senyum mencibir....


"bilakah kami akan tiba di sana, Pak?"


"sebentar kok, dik...dekat sekali dari sini"...



astaganaga.....mereka tahu tempatnya....bagaimana ini....ah.....aku akan menuju tempat itu....tempat yang menorehkan sembilu di hatiku........


"aduuuh...tadi dimana kita harus berbelok"...


"tadi mereka menasbihkan kalau tempatnya di belakang tempat pinjam-memijam uang Mandiri...itu bangunannya sudah terlihat"


"itu seperti fatamorgana...kelihatannya dekat...tapi ternyata jauh"



aduuh...syukurlah mereka mulai kehilangan arah.....aku sebisa mungkin mengarahkan mereka ke jalan yang sesat.....


a...a...aku tidak ingin kembali lagi ke tempat itu.....wajahku pias membayangkan kengerian yang akan aku hadapi....berjuta anak panah seperti menusuk-nusuk ulu hatiku.....


dan seperti diselubungi kain tembus pandang.....tempat itu tertutup untuk kedua temanku....mereka hilang arah.......berkeliling tak tentu arah....oh...syukurlah........padahal tempat itu telah berkali-kali hampir mereka rengkuh.......tapi lagi...lagi..dan lagi...mereka malah menjauh.....Tuhan masih berpihak kepadaku......



aku turut menimpali jika mereka bertanya-tanya dimana tempatnya......


dan akhirnya.........mereka menemukannya.......berjuta godam seperti menghantam kepalaku......tubuhku berkerinyut.....jiwaku seperti berpisah dari tubuhku....oh..Tuhanku.....



i..itu mereka...aku mengenali sosok mereka di kejauhan....Mbak Utari....yang di kampung di panggil Mas Untoro....dan Mbak Sunny...yang di kampung di panggil Mas Sanyoto....oh...tidak...apakah mereka mengenaliku nanti.....





oh mbak-mbakku.....kenapa nasib kalian masih seperti dahulu....masih menjajakan serabi di kala malam....ah.....tak tega aku melihat kalian.....


temanku tertawa-tawa kegirangan.....jakunnya turun naik menahan nafsu yang menggelegak......


"amboi.....indah nian tubuh mereka...kalau saja aku tidak tahu mereka wanita palsu....pasti sudah aku kencani"..


dan oh.....mbak Nancy....atau Mas Nanto.....oh..tidak....dia menelanjangi tubuhnya.....dada tak-sejatinya berkelonjotan di udara dingin......kelaminnya yang sudah dioperasi terlihat jelas....oh....aku jijik sekaligus kasihan......


aduh mbak-mbakku....apakah kalian tidak takut akan laknat Tuhan......ah...siapa aku menasehati.....aku juga dulu seperti mereka.......


"hai sahabat....bagaimana kalau kita bertanya kepada salah satu di antara mereka?"


"oh...siapa yang bertanya"....


"kamu...kamu saja..."


"ah...masa aku....a..a..aku tidak bisa"


aduuh....bagaimana ini....mereka akan berhenti....aku harus...harus.....oh...tidaaaak.......mbak Soekotjo.......


kendaraan roda empat berhenti...............



"kenapa sayang?"



oh...itu dia...apakah dia melihatku....masih mengenaliku?



"eh..eh...ngga Mbak....cuma mau tanya...servisnya apa saja"


"sepong (oral sex)"


"berapa, Mbak"


"lima puluh", desahnya hangat.....



oh....suara itu...suara itu.....dia tidak melihatku...tidak mengenaliku.........



"dimana kita akan bermain, Mbak?"


oh...kata-kata apa itu....bermain....ingin aku menyilet lidah si empunya.......


"di mobil"....


"tidak bisa di penginapan, Mbak"


"tidak mau saya"....


"bagaimana...kamu mau tidak sahabat?"


"bagaimana ya...kalau di sini saya takut sahabat...ya sudah....lain kali saja ya Mbak"



mobil melaju lagi meninggalkan wanita-pria itu dalam kesendiriannya......


oh...aku lega...akhirnya kami meninggalkan tempat itu......tempat yang memberikan kenangan buruk bagiku.......selamat tinggal mbak-mbakku...aku doakan hidayah Tuhan menyertai kalian....aku doakan kalian menyusul jejakku.....kembali ke jalan yang mudah-mudahan benar.....




"hai...Vio...apa yang kau lakukan di belakang sana...kamu bersembunyi?"




astaga....aku masih bersembunyi di bawah jok kendaraan roda 4....padahal kami sudah jauh meninggalkan tempat itu.....


"eh....iya.....aku takut mereka melihatku sahabat...apa nanti kata mereka.....wanita berjibab mengunjungi tempat seperti ini....lagipula mereka pasti akan marah mengetahui bahwa kalian hanya mempermainkan mereka saja"


hahahaha.....mereka tertawa puas.....tawa laki-laki sehabis mencampuri perempuan dan gundiknya....tawa yang aku benci.....dasar lelaki....kalian semua laknat.........

ah ya....tapi aku dulu juga tergolong pada kaum mereka.....kaum Adam itu....syukurlah aku sudah berubah......menjadi Hawa....wanita....walau tanpa rahim,aku tetap bersyukur..........


"sudah malam....kita harus kembali ke papan kita masing-masing sahabat".....


"baiklah"


kendaraan kami melaju cepat....membelah sunyi kota Jakarta di malam hari......


aku betulkan letak jilbabku.....ah....penutup ini telah menyembunyikan identitasku.....penutup ini menyembunyikan jakunku.........terimakasih jilbabku..mudah-mudahan suatu hari mbak-mbakku akan mengenakannya juga....







----------->peace...peace.....Vio adalah wanita sejati.....cerita di atas adalah fiktif di bagian Vio ternyata pria...Vio adalah seorang wanita sejati yang sekarang menuntut ilmu akuntansi di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara...suka pusi (kucing) dan puisi......kunjungi blognya......hehehehe...peace Vio...

14 komentar:

rerere mengatakan...

PERTAMAX

sungguh sebuah ceritera yang meluaskan cakrawala ilmu dari insan2 yang membacanya...

pikiran dan hati berpadu menikmati indahnya permainan kata2 yang membawa insan2 pembacanya menggelenyar, menggelinjang dalam lenguhan intelejensia

sungguh sahabat Roid, daku rindu suatu hari catatan dunia maya ini beredar dalam bentuk buku yang mana akan menjadi sebuah bagian tak terpisahkan dari pergaulan anak muda belia...

bilamana hari itu tiba, daku akan menjadi orang pertama yang memilikinya

kacrut mengatakan...

Keduax..
Hahaha
Duh abang roid..
Dibagian vio yg sembunyi d j0k..
Hahaha..
Eh btw setuju sama rere..
Pemilihan kata2 ny mangstaff..
Hehehe

Gw jadi yg keduax dah yg pnya buku yg ditulis oleh r0id taufan ginting.. Hehehe.. Catet i2 yee..qiqiqi


Eh id lu jadi n0nt0n jas0n mraz?!

Anonim mengatakan...

Hmm..pasti saat ini bokir sdg reinkarnasi jadi nyi blorong yg cantik..imaji-mu emang binal id,sebinal senyummu..whakaka..piss!?ditnggu #3..pasti seru!

Re_Notxa mengatakan...

Sebuah sastra yg unik namun tak mumpun ditengah peradaban. Duh,ngomong opo kui? Apa ini imbas dari pergaulan dengan banu? Oh,tidak...

Vio mengatakan...

Hahahah.. Foto gw knapa yang ituuu.. Siyaaaal.. Gak pake acara peace! Sini gw gamparin duluu..

aing mengatakan...

"tubuhku berkerinyut" apakah ini, saudariku? adakah ini dalam kitab tebal berjudul Kamus Besar Bahasa Indonesia? apa lacur sehingga engkau menggunakan diksi ini? tentu Tuhan akan mengurangi pundi salahmu bilamana engkau sudi memberi terang pada gelap pikiranku.

Lucianna Perez Malebay mengatakan...

Aq membacanya dg brdebar...cemas...dan takut tuk brharap!
Aq takut roid...
Aq cemas id...
Aq tak berani membayangkan...
Kenapa kaw mngambil resiko menyambangi tempat nista itu...
Aq takut jiwamu brgejolak, logikamu melayang dan akhirnya engkau tergoda utk kembali pd khidupanmu yg dulu...

Waria Cantik mengatakan...

Ya Ollo Roid!!!
Kenapa jij ga ngomong kalo kemarin jali-jali ke tempat akika???sombong ya...bukannya mampir....hihihihi...
udah lupa ya sama akika??
nanti akika cacamarica perempewi yang cucok deh buat jij....mau yang asli ato imitasi???
kalo sama akika si dijamin ga maharani kok...mursida!!
kalo mo jali-jali kesana lagi jangan lupa telpon akika ya...ada bonus buat dik Roid cinta...

udah dulu ya boook....akika mau nyulam stoking jala-jala dulu...

yuuuu' daaaa Neeeee'......

anaklayanganjakarta mengatakan...

hahaha

sungguh, kepandaian merangkai kata ini sangat kukenali ciri khasnya

karakteristik kata demi kata yang digunakan

alur cerita yang semakin memanas

ahh, sungguh, penerus Freddy S. benar benar telah lahir

DUNIA, SAMBUTLAH PENULIS GENERASI BARU, ROID S.

halah, alay abis gw

kodeen mengatakan...

lah luw dulu kan jebolan taman lawang id,, hahahhakkk

titiw mengatakan...

Ancur.. gak banget lu tong.. ahahha.. Mana pake foto beneran.. disunat untuk ke-3 kalinya ajah baru mingkem.. hoho.. (eh, mana bisa ya kamu disunat 3 kali? wong baru sekali aja udah pengahabisan, hehe..)

siska widuri mengatakan...

hahahahhah... hahahahahhahaha.... *guling guliiing.....*

PNS mengatakan...

@rerere : ah..kamu bisa saja sahabat...ini sudah beredar dalam bentuk buku kok...digambar oleh Tatang S.,coba cek di Koperasi Unit Desa di sekitar tempat tinggalmu

@karut : jadi dong ah...insyalllah si...kalo dia ga ngebatalin karena takut bom...

anonim : thanks ya ano....

@notxa : kalau kena imbas si Banu sih, gw ngomongnya jadi, "ngerti ora Son?" dong

@Vio : xixixi...ini sudah kita bahas melalui sms yg panjang kemaren kan? case closed!

aing : ini ada dalam kitab kamasutra bab 3 hal 231...oba di cek di perpustakaan kantor kita...gw juga nemunya dari situ...

lucianna : tenang diz..aku tidak akan merebut lahanmu ah..*Fitri Tropika mode on*

WAria Cantik : ah..ini pasti inul...elu Waria Ganteng kali Nul...

anaklayangan : wah...aku dibandingkan dengan seorang legend...ah...aku tersanjung

didin : loh?kapan lu mantan langganan gw...kalo bukan karena duit sih gw males sama lu Din...soalnya kecil...xixixi...

titiw : sesungguhnya aku tidak disunat...tapi di kulup-extension...makin nambah diana...

siska : heh...ngapain kamu guling-guling...beli dulu sana buku Strategic Management...ingat...yg asli *Pak Iqbal mode on*

phanie mengatakan...

roid..roid..hakhakhakha,,ngapain lo ke tempat kaya gitu? rindu belaian temen2 lama yah??
hihihihi.
dasar