Jumat, 12 Oktober 2007

Manado, Im In Love (Not)......

15.09.2007


Casts : Dimas as Ranger Gold, Si Humoris Berbulu Dada

Ghozt as Ranger Violet, Si Pintar yg Ceria

Zuki as Ranger Purple, Si Cerdas Gemar Bicara

Dek Fandy as Ranger Turqois, Si Bungsu Berhati Mulia

Roid as Ranger Pinky Polkadot, Si Manis Tanpa Cela

Director : Tuhan Yang Maha Esa

Narator : Ranger Pinky Polkadot




Setelah penerbangan selama lebih kurang 4 jam, akhirnya kami, Manado Ceria Rangers yang didampingi 3 orang senior, tiba di Manado. Tugas kami memberantas kejahatan di dunia pemerintahan memang akan berat sekali, tapi kami tetap semangat...dan ceria! Itu yg penting...


RV : “Lihat! Taxinya kijang, bukan sedan!! lucu ya...ga keren bgt tapi..kaya mikrolet”

RPP : “iya, ya! Tapi enak kali..seneng gw...kok ga ada di Jakarta ya? Kalo ada kan enak, patungannya bisa murah...muat banyak bo' “

Senior 1 : “ayo..cepat naik ke mobil”


Di Mobil, Pemuda yg mengantar kami ke hotel menyalakan radio..alunan musik-musik barat paling mutakhir berkumandang di dalam mobil...lalu terdengar celoteh ceriwis penyiarnya...hmm..kok pake bahasa gaul Jakarta ya?? kecewa ah...padahal kita mengharapkan sesuatu yang unik yg ga ada di Jakarta....


Pemuda : “Hotel Minahasa tempat Bapak2 nanti menginap dari luar memang kelihatan jelek tapi di dalam bagus...kamarnya berundak-undak...pemandangan Kota Manado terlihat jelas...”


Apa?? Bapak-Bapak??Apa yg ada di dalam kepala Pemuda ini??Apa dia tidak melihat Penampilanku yg sangat sophisticated ini?? ingin rasanya menjambak rambutnya...


RPP : “Eh..Sahabat Dimas....Bonik dan Galih penempatan di Manado ya? Yuk ajakin ketemuan di hotel kita....”

RG : “Ah..malu ah Sahabat Roid.....apa kata mereka nanti?gini doang nih hotel Pegawai BPK...cuma segini doang nih mampunya...”

RPP : “ngga...waktu mau masuk kita tutup dulu mata mereka...pas di dalem baru di buka...bilang aja biar surprise dan romantis”


Akhirnya kami sampai di Hotel. Dan memang dari luar jelek sekali, kami pikir tadi warung remang-remang. Karena kelelahan kami semua langsung masuk kamar...


Kelima Rangers : “zzzzz.....”


keesokan harinya aku bangun lebih dulu...ternyata landscape hotel ini berundak-undak....tiap undakan terdiri dari dua sampai empat kamar...di undakan paling atas katanya ada kolam renang...aku segera naik tangga menuju ke sana...

di tengah jalan, bertemu bule wanita setengah baya..kelihatannya dia habis berenang..aku bersyukur tidak melihat dia berenang...melihat selulit akan merusak hari bahagiaku...dan ada juga bule yg sedang menjemur Beha...hmm..kelihatannya mereka bule dari keluarga kurang mampu...masa mereka tidak mampu membayar binatu...


fiuh..akhirnya sampai di undakan paling atas...lelah juga ternyata..tapi rasa lelah itu langsung terbayar begitu melihat pemandangan yg terhampar di depan mata...pemandangan kota Manado yg dilatari laut dan gunung sungguh sangat indah....


Setelah bersolek dan mematut diri di depan kaca, kami menuju kantor BPK perwakilan Manado untuk pengarahan lebih lanjut dan bertemu anggota tim kami yg baru. Ternyata nanti Rangers Manado Ceria akan di pecah-pecah dan bergabung dengan rangers-rangers lain untuk melaksanakan tugas di Kabupaten dan Kota di Manado....


RPP : Mbak..gimana? Enak di Manado?

Mbak 1 : gak..gak betah..enakan di Jakarta

RPP : kenapa?

Mbak 2 : biaya hidupnya mahal...makan cuma pake ikan aja 12 ribu ..tapi makanan mentah sih murah...

RG : ya udah..beli aja yg mentah...trus masak sendiri..

Mbak 1&2 : Kita gak bisa masak..

RG : ih..gimana ih...kalo ga bisa masak kan bisa di bakar...kaya Babi Bakar Batu...


Demikianlah pertemuan kami, yang sebenarnya tidak singkat tapi kalau diceritakan akan menjemukan, dengan rangers2 lain dari Manado....sore hari kami pun kembali ke Hotel...


Makan malam di hotel, aku memesan masakan Manado...prinsip dont judge a book by its cover sangat berlaku buat masakan Manado...Bubur Manado terlihat seperti Muntahan-Sopir-Angkot-Yang-Masuk-Angin-Karena-Duduk-Seharian, tapi rasanya cukup lezat....aku juga makan ikan Woku Belanga....tampilannya tak kalah menjijikkan dengan Bubur Manado..tapi rasanya, amboooy sedapnya.....hmm..I fall in Love with Manado Cuisine dan Chef di restoran ku....

Gosh..he's so good in his job....walaupun hotelnya seperti warung remang-remang tapi hidangan-hidangan yg disajikan mampu menggoyang lidah para Rangers...


Selesai menyantap hidangan sampai tuntas, kami pun berkeliling-keliling Kota Ambon.....Hmm...ternyata angkot di Manado full music...bahkan ada lelucon yg mengatakan bahwa musik angkot harus terdengar 1 km sebelumnya kalau tidak penumpangnya tidak akan mau naik...hmm...entah siapa yg menggelontorkan lelucon bodoh dan tidak lucu itu....ingin rasanya ku jambak....


dan ternyata di Ambon banyak sekali Mal...kami pun mengunjungi beberapa Mal...isinya tidak jauh berbeda dengan Mal yg ada di pinggiran Jakarta...bahkan ada Mal yg mirip sekali dengan Citos...design bangunannya, material bangunannya, konsepnya..pokoknya mirip..namanya? Sungguh sangat gampang ditebak...Matos! Manado Town Square....hmm..kenapa bukan MiCitos,Mirip Citos?


Ternyata pemuda-pemudi Manado cukup modis....apa yg dikenakan remaja2 di Pinggiran Jakarta juga dikenakan remaja2 di sini...jadi..jatuhnya agak sedikit norak...dan mana wanita-wanita Manado yg terkenal cantik-cantik itu? Kebanyakan wanita Manado itu jauh-genic atau Belakang-genic....dari jauh terlihat memukau...tapi waktu dilihat dari dekat...hmm..kok Inul ada di sini?

Dari belakang terlihat mulus..dari depan? Mules...


Istilah “gaul” juga sangat populer di sini...di dalam mall aku melihat gerai-gerai yg memasang papan nama, “Tattoo Gaul”...”Foto Gaul”....”Toko Baju Gaul”....”Kursus Sulap Gaul'...”Red Mild, rokok paling gaul untuk orang gaul”....hmm...apakah aku berhalusinasi?? Hanya karena aku pernah membeli Tabloid Gaul lalu Tuhan menghukumku??


Amboi, Tolong!(baca : Please,deh!)..istilah gaul itu soooo last century...aku saja merasa kotor dan ternoda karena dulu pernah : beli baju di toko Gaul, potong rambut di Salon Gaul, beli Tabloid Gaul dan gaul-gaul lainnya....kenapa malah mereka menggali lagi kuburan gaul-gaul itu sehingga menjadi zombie dan menghantuiku dimana-mana?


Bosan melihat kloning-kloning remaja Jakarta dengan versi yg belum sempurna (entahlah,ada beberapa gen yg belum tercangkok sempurna, seperti coolness gen mungkin?)..kami beralih ke wisata alam....kami berencana ke pantai...pusat Kota Manado berbatasan langsung dengan laut....sepanjang jalan kami melihat spanduk-spanduk yg bertuliskan semboyan, “ Manado Kota Pariwisata Dunia Tahun 2010)...


tapi begitu sampai di pantai kami kecewa...karena pinggiran pantai kotor dan tidak ada penerangan sama sekali...apa yg mau di lihat??remaja-remaja Manado yg lagi asyik masyuk?? huh!..males!..dan gak keliatan juga.....


Kalau begini caranya, misi Kota Manado untuk jadi kota pariwisata dunia tahun 2010 rasanya terlalu muluk-muluk....

Kenapa malah membangun mal2 di pinggiran pantai? Kenapa bukan gerai-gerai kecil dengan trotoar yg lebar dan tidak berlubang di sana-sini?agar bule-bule asing itu bisa tetap berbelanja sambil memandang keindahan pantai dan menikmati semilir angin pantai yg sejuk.....


Mana produk lokal? Susah sekali mencari makanan khas Manado...Kami malah lebih sering menemukan Bakso Malang, restoran fast food ala barat, bahkan ada Nasi Uduk Betawi....buat apa jauh-jauh ke Manado kalau yg ditemui nasi uduk lagi nasi uduk lagi?Padahal makanan Manado sepertinya lezat-lezat...


Mana produl lokal unggul? Susah sekali mencari wanita-wanita cantik natural...semuanya demplonan...dan kurang cantik...


RG : “kalau mau nyari yang cantik natural ya ke Papua sahabat Roid”

RPP : “iya sih sahabat Dimas..emang natural....tapi gak cantik kaleee”


Padahal Manado punya banyak potensi...Orang-orangnya ramah...Makanannya lezat...pemandangannya bagus...ini kayak tahi lalat besar hitam dan berbulu alias tompel yg ada di pipi Julia Perez....kalau tidak dihilangkan akan menutupi kecantikan Julia Perez yang sesungguhnya...Begitu sudah hilang, tentu saja kecantikan Julia Perez akan kembali bersinar dan Julia akan kembali menggairahkan serta mampu menarik lelaki-lelaki datang padanya untuk merenggut kenikmatan yg disajikan Julia.....


Untuk sementara, cukup sekian cerita tentang petualangan kami Rangers Manado Ceria di Kota Manado....besok, 9 September, kami akan memulai petualangan kami ke kabupaten2 di Manado.....Ranger Pinky Polkadot sendiri akan bertarung di Kota Gorontalo...hmmm....Ranger Pinky Polkadot bingung nih, besok pake baju yang biru atau yg coklat ya??

7 komentar:

wrwati mengatakan...

Kok di tengah2 cerita tiba2 setting pindah ke kota Ambon???

Anonim mengatakan...

ga mutu banget cara cerita nya..
chicklit anak SMA rasanya jauh lebih bagus..
jauh dr kualitas tulisan rata2..

(sstt..yg nulis ini PNS yg ngaku nya eksmud dari kota Jakarta loooo...)

ekin tunas mengatakan...

kota manado nya cakep,, tp yg bkin crita na jelek bgt,, gag mutu crita nya...

Anonim mengatakan...

Sulut terutama Manado itu kotanya beda dari yang lain (bkn ingin meninggikan) tapi manado kotanya 1. sejuk, bersih (walaupun gk semuanya),
2. trus banyak cewek-cewek cantik (emang fakta),
3. kulinernya juga enak-enak (tergantung selera),
4. dan orangnya bersahabat dan saling menolong dan juga bergotong royong. Peace ^^

Anonim mengatakan...

Sulut terutama Manado itu kotanya beda dari yang lain (bkn ingin meninggikan) tapi manado kotanya 1. sejuk, bersih (walaupun gk semuanya),
2. trus banyak cewek-cewek cantik (emang fakta),
3. kulinernya juga enak-enak (tergantung selera),
4. dan orangnya bersahabat dan saling menolong dan juga bergotong royong. Peace ^^

rio suyanto mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
rio suyanto mengatakan...

nga pass kodokkk. ambon bukan manado yang lu liat bukan manado mungkin . hahah manado 80% cwenya sempurna ... buktinya gw dapat satu...hehe