Rabu, 17 Maret 2010

Bersekutu dengan Setan

Ada pepatah yang bilang,"pemalas itu anunya berbentuk corong. Semakin banyak anu yang dimasukkan ke dalamnya dalam waktu bersamaan, semakin sedikit anu yang keluar". Anu bisa berarti apa aja. Untuk kalian yang berfikiran kotor, pasti kalian mikir kalau anu pertama itu anu. Anu kedua itu anu. Anu ketiga itu anu (sangkin kotornya gw nggak tega nulisnya). Untuk kalian yang berfikiran lebih kotor, pasti kalian mikir kalau anu dalam anu pertama itu anu berarti anu. Anu dalam anu kedua itu anu artinya anu. Dan anu dalam anu ketiga itu anu artinya anu (Oh God...gw keracunan anu...ternyata bukan cuma anu yang meracuni pikiran...anu juga). Dan karena gw berfikiran suci dari hadast besar dan hadast kecil, maka gw berfikir anu pertama itu berarti otak,anu seterusnya berarti tugas.


Iya,Bapak dan Ibu Dosen. Otak saya itu berbentuk corong. Semakin banyak tugas yang dimasukkan ke dalamnya, semakin sedikit tugas yang selesai. Kalaupun selesai, pasti hasilnya benyek. Rusak. Ya karena masuknya dipaksainkan. Diteken-teken. Rusaklah. Jadi ketika memberi tugas, harap berunding dengan dosen lain. Mbok ya giliran, satu-satu masukinnya. Jangan salome. Jangan sampai bentrokan tugasnya. Lagian masa bapak ibu ga ingat pepatah begini, "Manusia dan garis kematian tidak bisa dipisahkan (Men and deadline can not be separated)".Makanya kita cinta deadline,Pak Bu. Kita selalu ingin menemuinya. Bercinta dengannya. Jadi ngasi tugas satu aja ya..ya,ya,ya?


Dan begitulah kejadian seminggu yg lalu. Gw terbangun dengan kepala pusing dan mendapati paper laknat itu baru terselesaikan 90%...dari 1000% (100% is sooo grandma's era when you only have 2 careers steps. Juru tulis desa dan juru ketik desa. Dalam era karier 1000 juru : juru matematika, juru agama, juru IPA, juru penjaskes,etc etc,u have to put 1000% efforts on your work). Padahal malam sebelumnya, gw baru begadang hanya untuk menyelesaikan yang 90% itu. Akhirnya dengan mata keliyengan, kepala pusing dan rambut potongan baru (numpang pamer), gw memaksakan diri mengetik. Harus selesai, deadlinenya malam ini jam 12 soalnya


Oh My God..gw nggak pernah sepanik itu seumur hidup. I had no idea what i had to write. jadi gw cuma searching, baca-baca, ketik asal-asalan. Pokoknya nulis. Sebanyaknya. Sekenanya. Kepala gw pusing. Gw semakin sering berdecak-decak resah sambil melihat jam. Gosh..udah jam 10 pagi. 14 jam lagi sebelum deadline. Oh My Gawd..panik..panik. Akhirnya Tepat jam 12 siang, progress kerjaan gw membanggakan. Sudah 100%! Tinggal 900% lagi!I know i can do it.Masih ada 12 jam lagi. Tangan kanan gw masih kuat mengklik mouse (copy-paste) sebanyak 12 juta kali lagi (tapi tidak kuat untuk mengangkat satu kalipun gayung untuk berwudhu.Oh..ini sindiran buat kalian.bukan buat gw.Camkan itu!).


Di saat asyik-asyiknya tenggelam dalam samudera ilmu,sms masuk..dari perempuan.Sebut saja namanya Bunga. Bunga minta ditemani makan."temenin gw makan yuk",begitu bunyi smsnya. Hmmm...gimana ya? sebenernya gw laper sih dan pengen keluar sebentar dari kamar laknat ini. Tapi rasanya sebutir nasipun nggak akan bisa gw telen kalo tugas gw belum selesai (tapi seonggok Burger bisa). Karena hape gw rusak (ternyata hidup tanpa hape itu biasa aja,ga kaya hidup tanpa penis seperti yg gw pikir.Ya biasa aja. Kaya hidup tanpa vagina), maka sms itu dia sampein ke Banu. Bales gini Ban,"oke,boleh.Tapi lu ga boleh nyelesein tugas lu.Gw masih belum selesai soalnya". "Iya deh", balesnya lagi.

"Emangnya mau kemana?", gw nyuruh Banu sms lagi. Gw berfikir dia akan mengajak gw makan di warung-warung sekitaran kampus mengingat uang gw yang menipis dan deadline tugas yg juga semakin tipis. Tapi secara mengejutkan dia bales,"Ke PIM".

What?? PIM adalah kontra dari semua keadaan gw saat ini.

Kondisi gw : bokek uang dan kepepet waktu.

Kondisi orang-orang yang punya hak ke PIM (untuk memudahkan membaca,coba hilangkan kata yang di dalam kurung): Orang yg hapenya (tidak) kecebur laut. Minjem hape nyokap,hapenya (tidak) mati idup sendiri. Terus hapenya (tidak) diservice di tukang service antah berantah. Terus udah seminggu, karena dia (tidak) tidak punya uang buat nebus, hapenya (tidak) tidak diambil-ambil. Akhirnya sampai sekarang dia (tidak) tidak punya hape. Lalu celana dalamnya juga (tidak) tidak diganti selama 2 hari, karena dia (tidak) belum mampu menebus laundrynya. Lalu orang itu (tidak) terjebak dalam tugas laknat yang mengharuskan dia mengerjakan kerjaan 2 bulan dalam 1 malam. Singkatnya, orang itu tidak seperti gw.


NGGAK! gw langsung ngomong ke Banu. Gw nggak mau kalo ke PIM. Udah ke BP aja,gw bilang. FYI, BP adalah Bintaro Plaza, dekat sekali dari kampus. Sepuluh lemparan beha juga nyampe dari kampus. Oh, kalau PIM kalian tau kan? Bukan,bukan Paman Ismail Marzuki tapi Pondok Indah Mall.


Singkat cerita, Bunga setuju kita pergi ke BP dengan syarat-syarat: Papernya belum selesai dan jangan lama-lama. Setelah kata sepakat diamini, gw dan Banu cabut ke kos Bunga. Kos gw dan Bunga sangat jauh.Perlu 4 jam handstand atau 2 jam berjalan dengan kaki satu atau 1 jam lompat harimau atau kalau kalian cukup waras seperti kami, cukup 15 menit jalan kaki. Sesampainya di kos bunga, karena bunga wanita, kita perlu menunggu dia mandi. 15 menit lagi tambahan gw membuang-buang waktu menunggu dia mandi. Sigh,padahal gw yakin,kalo dipake buat ngerjain tugas,15 menit itu bisa buat nyelesain satu paper dan membuat covernya dari anyaman bambu bermotif tikar.Tapi yang ada, gw malah membuang-buang waktu sama Banu di depan kos bunga, duduk dekat comberan, makan chiki KW2 sebungkus berdua (karena kita berdua bokek).


Setelah 15 menit menunggu, akhirnya Bunga keluar dari Potnya (maksud gw kosnya.Biar cantik aja kalimatnya : Bunga dan Pot). "sori ya..kelamaan ya?",Bunga bertanya retoris. Yang gw jawab dengan memutar bola mata searah klitoris (astaghfirullahhh). Akhirnya setelah BBC (Basa Basi Cantik) kita menaiki angkot. Setelah 10 lemparan Beha, angkot sampai di BP. Setelah DDC (Debat-debat Cantik) akhirnya kita memutuskan untuk MMC (Maksi-Maksi Cantik) sambil H2C (Haha Hihi Cantik) di sebuah restoran yang bernama Biji Dikotil- Warna Bendera Indonesia Selain Putih (disingkat BDWBISP, disingkat lagi Kacang Merah, Diingriskan Red Bean).


Sebenarnya debat di atas bukanlah debat cantik. Gw sedikit memaksa kalau makannya di luar area BP saja atau di dalam BP tapi tempat yang murah. Tapi karena dari 2 malam sebelumnya Bunga hanya makan tumbuh-tumbuhan (baca : diet), maka dia sedikit memaksa kita makan di tempat yang enak (baca : mahal). Dan karena pertimbangan memiliki atm berjalan dan kreditor terlunak sejagat raya (baca: Banu), maka gw mengiyakan. Akhirnya dengan berat hati tapi liur menetes, kita menuju BDWBISP (baca : red bean).


Agar murah, kita hanya memesan dua lauk,satu sayur,tiga nasi. Memang ada menu paket. Tapi yang ada hanya menu paket untuk dua orang dan empat orang. Bunga menyarankan menu untuk empat orang, yang segera gw tolak mentah-mentah. Akhirnya kita sepakat untuk membeli menu terpisah seperti di atas. Menu yg kita pilih : ikan bumbu telur asin, ayam kungpao,brokoli jamur, nasi putih, es teh tawar. Kalau Siska adalah The Goddest of Traveling God, maka Bunga kita tasbihkan sebagai Queen of the Damned Good Food. Bunga adalah kamus makanan hidup. Tanyakan satu nama makanan yang susah, pasti Bunga mengerti artinya dan kemungkinan besar sudah memakannya. Contohnya : Apa itu Castengel? Maka Bunga akan menjawab : Cleavage terangel. Rasanya gurih dan lumer di lidah. Dan Ikan bumbu telor asin adalah pilihan Bunga. Dan waow...memang enak sekali. Highly Recommended.


Kita masih mengagumi rasa ikan bumbu telor asin itu sambil mengais-ngais sisa bumbu yang ada di piring ketika Mbak-mbak waitressnya datang bersama bill. Begitu melihat billnya, gw ingin memuntahkan semua isi perut gw dan menatanya lagi di piring. "Ini Mbak, kita ngga jadi beli. Ni masih utuh makanannya", ucap gw dengan mata berkedip-kedip sambil menyerahkan cairan kental berwarna-warni (Oke,ini lebay). Astaga, gw mengeluarkan setengah uang gw dari dompet untuk membayar bill itu! Gw protes ke Bunga. "Ah..gw juga bokek",katanya. Tapi tetep aja. Nggak sebokek gw.


Gw berjalan dengan langkah gontai ketika keluar dari BDWBISP. Tapi ketika hendak berjalan pulang, mata Bunga menatap tulisan diskon 20% frozen yoghurt merk entah berantah. Kemudian dengan innocent face,mata dikedip-kedipkan dan annoying-repeated-begging,"Ayo,ayo,ayo kita makan froyo..ayo,ayo,ayo" Bunga memaksa kita menuju gerai Froyo itu. Kalau bukan pacar orang..udah gw jitak anak ini (nggak berani berantem sama pacarnya). Oke deh, gw berharap dia yang bayar atau seenggak-enggaknya porsi traktirnya lebih gede. Ternyata nggak lhooooooo. Sigh. Uang gw makin tipis. Waktu gw terbuang habis. 3 Jam sudah kita di BP. Anjriiiiiittt.


Tapi gapapa deh,agak senang sedikit. Stress berkurang. Lagian gw juga ada temennya. Bunga kan belum selese juga papernya. "Ya kan Bunga, Lu belum selesai kan?"

"Belum. Sengaja nggak gw selesein papernya pas lu sms nggak boleh diselesein. Ya udah. Gw sisain aja daftar pustaka. Yang lainnya gw udah selesai. Namanya tetep belum selesai,kan?"








Setaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnn!!!!!!








11 komentar:

Panji mengatakan...

Pertamaxx

Panji mengatakan...

Ohh, jadi hiatusmu dari dunia perbloggingan selama ini karena tugas tugas sundal itu bang?

PNS mengatakan...

@panji : iya nji.dan sekarang daganganku gak laku.Rasanya aku harus memilih,karier di dunia entertainment atau pencapaian akademis.

Vio mengatakan...

pasti bunga itu gadis yang sangat cantik.

mibnufajar mengatakan...

Pasti paper-nya gak se-bersamaaan itu .You're the one who procrastinate. Keep doin' it. It make me feel like i have a friend.

Hendy mengatakan...

hahahhahaha

*numpang ketawa*

Perez mengatakan...

roid!!!!!!!!!!!!
sampai kapan kau akan ko pelihara sifat malasmu itu nak!
cukup sudah, cukup sudah...jangan kau terus lestarikan itu! tak pantas bagi kehidupanmu!

kacrut mengatakan...

oh.. jadi bunga itu setan ya?? baru tau gw.. wekekeke

lani mengatakan...

dasar mahasiswa malas! *sambil bawa pecut*

ainoel mengatakan...

tidak ada yg se-setan bunga itu memang (sama setannya dengan si Selly setan fesbuk)....beberapa hari setelah itupun saya digiring untuk menraktir 11 orang di kacang merah itu yg kata dy seorang ga nyampe 50 rebu...bagussss bgtt....

PNS mengatakan...

-skip komentar sebelum mibnufajar-

@mibnufajar :seharusnya setelah it..makes.soalnya singular dan present tense *grammar police*

@hendy : ini mirip "sundul gan" di kaskus ya?kl gt makasih hen

@perez : menampar muka sendiri lu

@perez : iya

@lani : pecut udah ga kerasa..bawa kuda lumping dong

@ainoel : hahaha..begitu ceritanya..pantas wajah anda begitu ternganga ketika sampai di depan kasir.Anda terjebak guna2 setan muda.