Kamis, 02 September 2010

Flash Fiction (Bukan Merk Dildo)

Mungkin Flash fiction ini terdengar seperti merk semacam dildo yang bisa menyala kerlap-kerlip (kebayang kalo dipake,terus kerlap-kerlip di dalem,we have club in our dub..eh....mouth). Dengan nama yang begitu porno (tergantung otak yg mikir sih), ternyata Flash fiction ini kontes menulis cerpen sepanjang 350 kata yang dibuat oleh Ubud Writers Festival (Klik situsnya di sini.) Tadinya gw seneng aja baca-baca cerpen di situ. Eh, nggak juga sih. Kalo ada yang retweet link-nya di timeline gw doang, baru gw baca.

Nah, lagi pusing-pusingnya mikirin skripsi, si Kacrut maksa-maksa gw buat ikut kontes menulis cerpen itu. Langsung gw tolak mentah-mentah (kalo kontes Ratu Kebaya, gw pasti langsung mau). Tapi terus tiba-tiba Vio, terus Nora, terus Kacrut ikutan Kontulcembud (Kontes Menulis Cerpen Menulis Ubudwritersfestival----> menulis-nya diulang dua kali, kepanjangannya menjadi tak bermakna tak apa, yang penting singkatannya penuh makna) itu. Dan tulisan mereka bagus-bagus. Ya gw langsung penasaran dong. Gw bisa nggak buat gituan. Akhirnya gw nekat buat. Dan ini flash fiction gw.....


SANG PENULIS

“Ja..jangan”. Itu kalimat terakhir yang keluar dari bibir gadis itu. Setelahnya, tubuhnya menggelepar hebat. Sakit? Aku tak tahu. Yang jelas tubuhnya membiru, matanya membelalak, liukan-liukan vena yang terlihat seperti ratusan cacing yang merayap naik melawan gravitasi, terlihat jelas dari kulitnya. Ya kalian simpulkan saja sendiri,dia sedang kesakitan atau sedang menari kejang. Hihihi. Aku mengikik sendiri mendengar leluconku yang tak lucu.

Belum selesai kikikan kedua, si gadis sudah berdiri di hadapanku. Bibirnya menyungging senyum.”Hi, Viona”, ucapnya. “Hi, Siska”, jawabku. Lihat. Dia tahu namaku. Aku tahu namanya. Padahal semenit lalu kami berdua saling tak mengenal. Hal ini masih membuatku kagum. Bahkan di usiaku yang ke 105. Kami, para vampire,selalu tahu nama satu sama lain. Tiba-tiba. Caranya simple : Asing –> Bertemu –> Klik! –> Dua vampire kenal satu sama lain. Mengagumkan bukan?

“Aku lapar”,bisiknya. Perempuan ini. Baru semenit jadi vampire sudah lapar. “Oke,ayo kita cari makan di kantin”,kataku sambil tersenyum. “Kantin?”, tanyanya bingung. Aku tidak menjawab pertanyaannya. Ku ajak dia ke bagian lebih dalam dari gudang tua ini. Sampai kami berdua tiba di satu tempat yang penuh tempat duduk dan etalase kaca. “Ini aku namakan kantin”,bisikku ke telinganya. “Kenapa?”,tanyanya. “Karena…di sini banyak makanan”, ucapku keras sambil melayang ke arah peti besar di sudut ruangan. Kubuka peti. “Kraaak”, deraknya bergema ke seluruh gudang. Lalu kuraih makanan.

Tanganku menyentuh makanan secara acak. Kuraih salah satu, kuangkat cepat dan kulempar ke arah Siska. “Ini saja buatmu.Tangkap!”. Siska menangkap dengan satu tangannya. Mendelik ke arah makanannya yang ternyata seorang gadis kecil. Air liurnya menetes, menjatuhi wajah sang gadis. Sang gadis menjerit-jerit ketakutan. Dan hap…dalam hitungan detik kepala sang gadis sudah terlepas dari tubuhnya, berpindah ke mulut Siska. Suara jeritan gadis kecil masih bergema. Kasihan. Dua bola mata bergulir, berhenti tepat di kakiku….


Arrggggh! Cerita yang buruk. Kuremas-remas kertas di tanganku. Mana mungkin ada hantu sekejam itu. Aku memang tak berbakat menulis. Tba-tiba perutku berbunyi. Lapar. Aku cari makan dulu saja. Segera aku lompat dari batang pohon yang sedari tadi aku duduki. Hap. Lalu kulempar remasan kertas. Wow..kertasnya tepat jatuh di atas kuburanku. Tinta darah menetes ke tanahnya yang basah. Aku melayang pergi.


Gimana? hihihihi *mengikik sendiri membaca flash fiction yang tak lucu*. Gw tau sih flash fictionnya nggak jelek-jelek amat, tapi nggak bagus juga. Tadinya gw sok-sok mau bikin dengan gaya bahasa Murakami yang sederhana tapi nyeleneh dan ajaib in a good way atau kaya JD.Salinger yang lebih sederhana lagi tapi sarkas cerdas, tapi jatohnya tetep gaya bahasa cerpen-cerpen Anita Cemerlang (efek menjadi anak tahun 90an yang besar bersama kakak sepupu cewek semua).


Terus flash fiction gw gak ada pesan moralnya. I know, untuk film, gw against sekali sama orang yang bilang film harus ada pesan moralnya. Film buat gw harus tidak boring. Titik. Soalnya durasinya lama. Males banget buang-buang waktu untuk sesuatu yg membosankan. Tapi untuk sebuah cerpen, yang cuma menghabiskan waktu semenit dua menit untuk dibaca, kayanya kalo ada pesannya (walaupun nggak harus eksplisit) akan lebih meninggalkan kesan yang dalam. The story will linger in readers' mind.


Kalo punya gw? so what? so what kalo penulisnya hantu?Pesannya apa? Jangan makan anak kecil? Terus sehabis membaca, pembaca melanjutkan lagi menggaruk-garuk pantat. Dunia resah karena penggaruk pantat masih berkeliaran. Kalo misalnya cerpen gw tentang pesan moral : bahaya menggaruk pantat, pastinya sehabis membaca cerpen gw, ada sesuatu yang menggerakkan pembaca. Syukur-syukur kalo ada pembaca yang menangis tersedu-sedu dan menyesali kenapa telah menggaruk pantat. "Tidaaaaakk, potong kedua lengan kotor ini", begitu mungkin teriak mereka ke mantri terdekat. Dan dunia akan damai tanpa penggaruk pantat. Cerpen jadi punya impact bagus.



Tapi masalah utamanya di pemilihan kata-kata yang standar sih. Gw akui itu. Ternyata nggak gampang bikin cerita. Padahal cuma cerita pendek gini. Gimana kalo cerita yang panjang, besar, bengkok terus ujungnya besar kaya jamur? Dan selama ini gw membodoh-bodohi penulis-penulis skenario itu di reviewsexy (blog review film gw, buat yang belum tau). Nyesel? Nggak juga sih. Filmnya emang bodoh sih. Hiihihi. Rugi banget udah bayar, ternyata filmnya bodoh.


Aaah...gw jadi meracau padahal nggak ada yang mengkitik-kitik. Kita akhiri saja omong kosong blog ini. Eh, btw, vote cerita gw di sini ya guys. Pokoknya vote. Nggak harus vote suka (jempol ke atas). Ada juga vote buat yang nggak suka ceritanya (jempol ke bawah). Nah, lu boleh juga kok vote jempol ke bawah, tapi vote itu buat cerita yang lain aja. Jangan cerita gw. Kalo bisa loe ganti-ganti PC. PC yang jaga warnet juga pinjem. Kalo perlu gadaikan keperawanan lu. Ada mbak-mbak lewat lu jambak, lu rebut BB-nya. Ada orang yang naik ke atas sutet buat bunuh diri, lu teriak, "heii...jangan bunuh diri dulu...vote dulu jempol ke bawah buat cerita selain cerita Roid!!". Pokoknya lakukan segala cara deh untuk mencapai keinginan gw. Ya?ya?ya? *pantesan flash fiction-nya nggak ada pesan moralnya, blognya tak bermoral gini*


PS : Eh, it's such a pleasure to me if u care to give critic to my flash fiction. Sweet, harsh, normal, misionaris, hardcore, sodomasochist, any kind of critic. Surprise me, babe. Hihihihi *mengikik kecil lalu berlari ke tempat tidur memakai lingerie*

PS Lagi : Ubud ternyata kalo dibalik jadi dubu ya?sinonimnya panta..wow..ga salah kan gw kalo aura nama Flash Fiction itu jadi seperti dildo *again,tergantung otak yang mikir, Roid Cabul!*

Rabu, 11 Agustus 2010

What happens to our world?

The title seems global-warmingish or Morality-ish, but this posting is only simply about : what's happening in the world when i didn't update my blog:


1. Our beloved friend, Siska, sedang hamil 7 bulan. Menyenangkan. I never had someone pregnant in my inner circle before. So, it's kinda excited. Oke. My mother was pregnant. But she's just pregnant. God wanted her pregnant, "I want Renaida Hasibuan to be pregnant!" Voila! She was! I'm sure she didnt do sex. Kinda weird to imagine her doing it. Ewwww. But im 100% sure Siska is having sex-sex-sex-sex-pregnancy. Considering her cabul tweets. So i change my statement: I never had someone pregnant in my inner circle before. So, it's kinda excited to have our beloved friend having sex-sex-sex-sex-pregnancy.

I mean everyone love her. Oke, not her to be exact, her baby. So when her baby coming, we will treat her like she was before. No one gonna hold her when she crosses the street again, no one gonna treat her like a fragile-bola-ceramic again. Cih. So it's like gonna be pulling a shiny pearl out of a fat shell. Jiaaaahhh. Kejem-nggak-pake-but banget gw. Becanda,bu. We love you!. Btw, you can look at her wishlist in her blog. Kebanyakan dari wishlishtnya udah dikabulkan sama orang-orang. Cepet banget. See, we love her kan?

Nah, tinggal sisa troller nih. Kalo dia mau stroller prakarya dari karet sendal swallow dan rotan gw beliin deh, tp ini maunya yg bermerk. Jadi, yah..mudah-mudahan Nia Ramadhani yang sedang membaca blog ini sambil ngemil uang, tolong lah daripada di cemil, tu uang receh beliin stroller aja ya buat temen kita ya. Saya doain deh dosa-dosa mertua ananda Nia diampuni 1%. *nggak rela sebelum bencana lumpur diganti rugi* *terharu,terselip kritik sosial di blog ini*

Btw, the princess in her womb would be named Nembang Carita Gautami. Love the name. She's gonna be stand out among arabic-westerns-named childrens. Not those arabic and western names are bad. Semua nama baguslah (kecuali Roid. Cih. Cuma singkatan nama ortu doang. *sungkem sama bokap-nyokap*). But i don't know, Nembang sounds so cutenique to me. Tadinya gw mau usul dikasih nama Roidwati saja kalau cewe. Siska sempat bimbang juga. Antara Roidwati atau Nembang. Dia sempet shalat istigharah, bimbang di antara dua pilihan. Setelah menangis berhari-hari dan tenggelam dalam kesedihan berlarut-larut, akhirnya dengan berat hati dia melepaskan kesempatan si putri cantik dinamai Roidwati.

Oh..how i wish the princess would be the best tembang to our world. Be good in mommy womb ya honey, we love you.


2. Skripsi drives me crazy. And i do shit about it. What will you do when extra urgent things waiting for you to be done?

a. Your ugly-stupid-emotional girlfriend's sick? Go to the doctor. Ask him a shovel. Knock the shovel hard on her head. Burry the grave.

b. Your pregnant wife has her Leader-without-a-and-tire (ketuban) explode? Drive car like crazy. Or read How-To-Be-Bidan-In-6-seconds book if u don't have cars

c. A maniac sexy wife waiting on bed? Say basmallah and jump to the bed.

d. A skripsi with its deadline less than a month, and u even haven't done it 50% finished? Read timelines....yawning....scratching your crotch..waiting the notification of new timeline appear..yawning...do not appear...reload...yawning....

See? the first 3 options are coherent each other. Dan gw yang di opsi "d". Nggak nyambung. Lord..please send me a devilish devil (what did i just type?moronic moron!) that whip me hard everytime i'm being lazy. Hiks...nothing motivates me to do the skripshit.


3. Matahari tetap terbit dari timur, bulan tetap bersinar, bintang-bintang tetap bertaburan, gadis-gadis tetap datang bulan.


Ah,the world keeps turning without this blog. Ya sudahlah. Cukup begitu saja updetan kali ini. Btw, Selamat puasa teman-teman.Doain ada updatean beneran dari gw ya. Ini berarti gw udah nggak stress. Ini berarti lu combo doa buat gw: doain skripsi lancar, doain lulus, doain anak gw lahir dengan selamat. Advanced Pray gapapa lah ya. Pembaca yang wanita, lihat perut kalian masing-masing...di situ...nanti...ada calon anak Roid lho *pembaca wanita pusing-pusing* *batal puasa* *nggak tahan menenggak air putih dari kendi agar cepat-cepat bisa membaca jampi-jampi tolak bala*

Selasa, 29 Juni 2010

Ambush Trip #1

Kemaren pas liburan UAS gw nggak bisa pulang ke rumah. Jadinya, gw iri banget sama temen-temen yang bisa pulang ke luar Jakarta. Apalagi pas baca tweet mereka terutama tweet si Vio, Kacrut, Grandis, dan Nora. Sebenernya yang liburan cuma Vio, karena cuma dia yg kuliah, lainnya kagak. Tapi pas banget si Grandis yg tinggal di Jayapura lagi balik kampung ke Malang. Jadilah mereka janjian main di Malang melalui twitter. Bikin sirik, kan? Pas pula ada event "Malang Tempoe Doeloe" yg digelar di kota apa tu gw lupa.Aduh..di mana ya..gw lupa *pembaca memutar bola mata". Apalagi Inul kemaren baru dari Bangka Belitung. Dan melihat foto-foto liburannya yang spektakuler, gw jadi pengen liburan!!


Jadi ya gitu, membaca tweet2 mereka, gw panas. Tiba-tiba aja muncul ide gila di otak. Kenapa gw gak ke Malang aja besok? Emang punya duit? Hmm..iya ya. Gw gak punya duit. Gw memutar otak (visualisasi : membuat gerakan memutar pada pantat). Oh..hei..hei..kenapa gw nggak naik kereta api ekonomi aja. Ongkosnya cuma 50 ribu! Lagipula sepertinya asyik sekali.


Kalo yg gw liat-liat di film-film sih, kaya Into the Wild atau Tragedi Kereta Api Bintaro (asal sebut.dilaknat Allah), menaiki kereta api ekonomi adalah: cara kita berkontemplasi dan dekat dengan alam. Selagi duduk menikmati pemandangan, kita bisa mengeluarkan jari jemari kita dari jendela, merasakan hembusan angin yang bermain di sela-sela jemari kita. Sesekali, kita bisa mengeluarkan wajah dari jendela, menantang hamparan padi menghijau, merasakan angin menerpa hidung bangir kita, mulut merah penuh kita, dan rambut lurus alami tanpa smoothing atau emultion kita.

Bosan dengan pemandangan di luar, kita bisa mengalihkan pandangan mata kita ke dalam kereta. Di situ kita bisa melihat bapak-bapak yang membawa ternaknya: ayam-ayam gemuk yang memiliki bulu-bulu sehalus bulu burung phoenix, ibu-ibu yang menjajakan dagangannya: pisang, rambutan, strawberry,arbei,kiwi,pomegrade,khuldi,dll,sambil menyanyikan lagu-lagu setempat dengan suara surgawi bak dewi athena, gadis-gadis desa muda yang entah kenapa selalu membawa bakul cuciannya, duduk dengan rambut tergerai dan bunga tersemat di daun telinga, mencuci di dalam kereta bersama-sama sambil sesekali saling memercikkan air satu sama lain. Nah, pemandangan-pemandangan eksotis seperti itulah yang akan kita dapatkan ketika menaiki kereta ekonomi. Pemandangan yang tak akan mungkin kita dapat jika kita menaiki kereta eksekutif atau bisnis.

Akhirnya dengan gambaran indah itu, gw mengajak satu orang temen ke Malang, dan dia pun menyambut ajakan gw. Berbekal bayangan tadi, gw nggak sabar menaiki kereta api ekonomi. Keesokan harinya kita ke stasiun Senen. Ngantri bentar, dapet tiket. Nunggu bentar, kereta dateng. As i imagined, it's as economy as you can imagine. Like it's sent right away from India (Maaf Sakhrukh Khan,but i can't imagine kereta api ekonomi without having the word "india" in my mind).

Bayangan gw benar sekali tentang kereta ekonomi. Di dalam, memang ada bapak-bapak, ibu-ibu pedagang, dan gadis-gadis muda. Tapi mengharapkan ayam berbulu burung phoenix ternyata berlebihan. Sigh. Nggak ada yang seperti itu di sini. Yang lebih mengejutkan, mengharapkan ibu-ibu yang menjajakan dagangannya dengan suara bak buluh perindu juga ternyata berlebihan? WTF? And they don't sell pomegrade? jeez..how could this people live without pomegrade?i mean..buah dengan oksidan paling tinggi di dunia..you don't eat it people?jeez...no wonder i see 15 years old girl looks like 35 years old bitch in sinetron.

Dan yang membuat gw terheran-heran dan terpana..GADIS-GADIS DESA YANG MENCUCI DAN SALING MENCIPRATKAN AIR DI KERETA also do not exist? Jeez...what kind of living i live in? what kind of world we live in? apa keindahan-keindahan sepele seperti itu begitu mahalnya di dunia kita? ah...dunia sudah gila...mad world....and you are all crazy people..you are all delusional! Dan kalian.... *berhenti mengetik.Tiba-tiba melihat Betharia Sonata memakai legging shocking pink dan menari tarian kontemporer di atas lemari*


Tapi kereta api ekonomi ini nggak buruk-buruk amat sih. Masih ada jendelanya. Biasanya kereta ekonomi yang gw naikin jendelanya pecah-pecah (see?bahkan jendela merupakan suatu kemewahan). Actually, gw gak yakin jendelanya pecah-pecah apa enggak..kalo nggak salah sih iya deh....kare...*berhenti mengetik.Tiba-tiba melihat Batavia Dancer mengetuk pintu kos sambil senyum lima jari lalu melakukan gerakan tarian-selamat-datang-di-Hailai-Ancol sambil mengibas-ngibaskan kartu sumbangan kebersihan RT*....



Setelah melihat-lihat keadaan di dalam, kaya toilet,tempat duduk,toilet, tempat duduk,toilet tempat duduk (kalau loe mau gw bisa ngelanjutin ngetik semua toilet tempat-duduk sampe gerbong terakhir,tapi lu pasti nggak mau), akhirnya gw semakin yakin dengan penilaian gw. Iya, keretanya nggak buruk-buruk amat. At least dibanding kereta bisnis yang gw naikin kemaren, kereta ini malah keliatan lebih bersih dan tempat duduknya lebih nyaman, padahal ini kelas ekonomi.


Sayangnya gw lupa nama keretanya apinya. Kalau inget kan bisa jadi rekomendasi buat kalian.I can't recall the memory.I even didn't dial it in my memory.Argo Gede,Argo Bromo,Kertajaya, Asmaragama, Arya Kamandanu, Dayang Sumbi...God those names are hard to remember. Kenapa nggak sekalian aja namain rumus kimia, kereta H2NaCl, H2SO4.ha?ha?ha? ("Pak...kereta CH3COO-+H2 *breeeeng tutut..tutut*O -> CH3COOH + OH udah lewat,Pak?" /Lah, tadi barusan lewat,dek kereta CH3COO-+H2O -> CH3COOH + OH nya). Tapi nggak papa..gw tetap bersyukur dapat kereta yang nggak jelek-jelek banget ini. Dan ditambah lagi, kita dapat tiket buat duduk, soalnya ada orang-orang yang nggak dapet tiket duduk. So, we're lucky. Dan it's kinda fun...melihat pemandangan di luar jendela sambil menikmati angin menerpa wajah. Yeah..it's fun for 2 hours.

Selama 13 jam setelahnya?....God...if you think menekan pantat dengan beban 65kg selama 15 jam dan menekuk lutut kopong selama 15 jam dan hanya bisa digerakkan dengan variasi gerakan "miring ke kiri 15 derajat, miring ke kanan 15 derajat, njengging, lurus bentar,nekuk lagi" adalah sebuah kesenangan, maka you should consider your self as a sodomasochist. Belum lagi pedagang-pedagang yang berseliweran dengan barang dagangan yang bukan pomegrade, berteriak-teriak, haduuhhh...nggak bisa tidur. Panas...gerah...pegel. I will never take this train again! Never! Never! Never!


Nah, teman-teman....begitulah suara hati Banu. Gw coba tulis ulang kembali yang dia rasakan kemarin. Emang congkak sekali putri Tegal itu. Kalo gw sih merasa perjalanan dengan kereta api ekonomi ini sangat menyenangkan. Agak-agak seperti perjalanan spiritual malah. Kalau bisa, malah gw pengen mencukur rambut sampai habis, mengganti kacamata dgn kacamata bulat dan mengenakan kain putih saja sebagai penutup tubuh. Lalu menenun kain di dalam kereta sambil menyerukan bahwa penduduk Indonesia harus mengenakan produk-produk dalam negeri sebagai protes melawan pendudukan penjajah.


Kalau bisa, gw ingin pergi kemana-mana dengan kereta api ekonomi. Kalau bisa lagi, gw ingin tinggal di dalam kereta api ekonomi. Bahkan,kalau bisa juga,gw ingin tinggal selamanya di kereta api ekonomi, beranak pinak, dan abu gw ditabur di sana. Bahkan kalau bisa lagi..gw ingin seluruh tubuh gw menyatu dengan kereta api ekonomi, sel-sel gw menyatu dengannya, denyut jantung gw seirama dengan laju mesinnya. Bahkan kalau bisa lagi.... *tiba-tiba berhenti mengetik...melihat Justin Bieber bergandengan tangan dengan Haddad Alwi sambil menyanyikan "ummiii...ummmii" di depan pintu kos sambil mengayun-ngayunkan kotak sumbangan panti asuhan*


Oke,it's time to sleep. 2:58 am and zero progress on my skripshit. Besok-besok lanjut Ambush tripnya. Selamat tidur Betharia, Batavia Dancer, Justin Bieber, Haddad Alwi *salim.mereka masih menari-nari di tempat masing-masing*

Senin, 21 Juni 2010

That X Gene

Gw udah beberapa kali cerita soal nyokap di blog ini. Beberapa cerita, termasuk puisi aneh ini, kalo gw baca lagi bikin sedikit merinding bulu kuduk, in a bad way. I mean, i always regret sentimentil things i've said and written. Soalnya gw kaya ngeliat bad sinetron. You know, when a rich guy in sinetron said, "Ya. Kamila memang tukang kue pancong, Ma. Dan tukang kue pancong itulah yang akan menjadi calon menantu,Mama!!", while you know, there's no way a guy in Mercedes would buy a "kue pancong" from tukang pinggir jalan, moreover, marry one. (marry the tukang kue pancong, not the "kue pancong". If he does it to "kue pancong", you call it "masturbation" (mind my word). Not marry). The line just doesnt feel right. And my "poetry and sentimentil things" neither. Coming from a guy like me, the sentimentil things sound like "aku cinta tukang kue pancong" from that rich guy in sinetron.


So, kali ini, gw akan menyampaikan kekaguman gw pada Nyokap melalui cerita-cerita lucu tentangnya. Oke, it may be not as funny as the actual events. Ditambah lagi, draft tulisan ini udah gw tulis sebulanan yang lalu, tapi karena gw lagi kena syndrom klinefelter (googling kl belum tau.It's just one click away from pondokputri.com you know), gw jadi males nulis akhir-akhir ini.


Jadi waktu itu gw berkunjung ke rumah saudara jauh. Nyokap dan tante2 gw udah bertahun-tahun lamanya nggak ketemu sama dia. Jadi prinsip orang-orang tua ini, sebisa mungkin sanak famili harus dipertemukan dengan yang muda-muda, biar nanti kalo ketemu di jalan, nggak cuek-cuekan. Wow. Sebuah tujuan yang sangat mulia. Hal ini membuat gw berfikir betapa besarnya kuasa Tuhan. Membuat ikatan-ikatan kekeluargaan melalui jalur hubungan darah yang rumit (serumit kalimat ini).

Bayangkan betapa ajaibnya. Orang-orang asing yang kita temui di jalan, mungkin saja punya hubungan darah dengan kita. Cewek alay bermuka arab di acara Dahsyat yang sering mengomando tarian para alayers, mungkin aja saudara gw. Cowok di Blok M Square yang rambutnya di highlight warna pirang, celananya pensil kedodoran bermerk Skater, sepatunya Nike KW Super-Fake warna-warni, petantang petenteng berasa paling fashionable sejagat raya, yang sering gw tatap sinis, mungkin aja saudara gw. So, it's a God's way to remind me to treat others as my family *sungkem kepada ibunda Farah Quinn, lalu menyusu..eh..menyusul ketenarannya*

Ternyata, saudara jauh gw itu adalah seorang penata rias kenamaan di kota Bekasi. See, siapa yang nyangka gw punya seorang saudara penata rias kenamaan. Picture this: A complete stranger in Salon turns out to be your relative. God's will. Dan suddenly i picture this : Orang yang selama ini mencatok rambut lu, yang biasa nyubit toket lu sambil ngomong," ih..ganteng deh jij", yang lalu memberikan obat bius ke dalam krim pelurus rambut di kepala lu sehingga lu terkulai lemah dan selanjutnya bercinta di hotel murahan bersamanya, ternyata adalah bokap kandung lu! Oke. Itu terlalu berlebihan emang. Tapi kemungkinan kan selalu ada. Dan itu membuktikan kalo keinginan nyokap mengenalkan gw ke saudara2 jauh berguna juga. Tapi alasannya jangan "biar kalo ketemu di jalan bisa saling nyapa" harusnya. Kurang bikin termotivasi. Coba kalau nyokap gw bilang, "Biar nanti jij nggak ngewi sama saudara sendiri,nek", pasti gw langsung semangat ngunjungi saudara.


Eh, btw, saudara gw, sebut saja Tante X, ini cewek tulen (walau gw berharap dia waria ya bo...biar lebih variatif isi keluarga gw. Cowok cewek mulu. Sekali-sekali waria kek, atau setengah-sapi-setengah-manusia-dari-Bali kek, Kadal bermuka mirip manusia dan di kulitnya ada tulisan Allah kek, biar rame kalo arisan). Begitu di rumahnya, orang-orang tua itu langsung temu kangen. Ngobrol-ngobrol mengenang masa lalu. Gw ketawa-ketiwi aja. Nggak tau mau nibrung apaa Mungkin melihat gw senyum-tak-berotak kaya orang bego, dia manggil anak perawannya. Lumayan semlohai. Dan entah kenapa gw ngerasa dia berniat menjodoh-jodohkan gw dan anaknya. Buktinya, dia selalu nyuruh gw ngobrol bersama anaknya di ruangan lain. Gw pengen sih ngomong, "Oh..oke tante..baiklah..*bersedekap,mulut komat-kamit membaca doa sebelum bercampur, lalu membuka tirai kamar*. Tapi karena disuruh ngobrol di ruang tamu, gw pura-pura nggak ngerti aja. Terus ngasi gestur "saya-jelek-tante-dan-banyak-utang-trust-me-your-daughter-doesn't-want-me" yaitu jari tengah menempel pada jempol, tiga jari lainnya lentik ke atas, kaki kanan berada di atas lutut kaki kiri, kepala goyang ke samping kiri dan kanan* (Tante X menyuruh anaknya segera masuk ke kamar ngeliat gw joget india)


Dan di tengah rasa awkward itu karena perjodohan mendadak, dan rasa pengen teriak "saveeee me!", tiba-tiba nyokap ngeliat untaian bunga melati di meja rias (Karena dia penata rias, di rumahnya ada lemari-lemari display yang isinya baju-baju daerah, mannequine, konde, sanggul, banyaklah pokoknya. Kaya salon beneran gitulah). Dan spontan dia langsung make di rambutnya sambil ngomong, "Syelamat malaaam. Aku Suzanna",sambil menggoyangkan kepala kiri kana dan mata melotot. Absurd. Saudara gw itu ngelirik bentar langsung ngasih ketatol. Gw ngakak. Dua tante gw ngakak kesetanan sambil megang-megang selangkangan, "mau kencing..mau kencing", kata mereka. Padahal emang nggak lucu-lucu amat sih.


Nyokap tampaknya menikmati dengan sangat dijadikan pusat perhatian. Akhirnya dia lanjut cerita mengenai pengalaman kerjanya selama mengajar paket B. Buat yang belum tau, paket B itu pendidikan setara SMP, biasanya buat yang nggak mampu, soalnya gratis. Jadi ceritanya waktu itu ada Pekan Olahraga paket B Se-Jawa Barat di Bandung. Nyokap diminta jadi pendamping mereka di sana. Salah satu muridnya ada yang ikut lomba atletik. Lari 100 m kayanya. Semua penonton menyemangati peserta.

Dan semua penonton diam ketika peserta mengambil posisi start. 3, 2,1, Dooorr!! Pistol tanda lomba dimulai berbunyi nyaring. Para peserta mulai berlari, semua penonton bersorak riang. Tapi...dimana murid ibu Roid? Penonton bingung, Berbagai pertanyaan bermain di benak mereka. (ni kok kaya jadi cerpen amatir di buku bahasa indonesia kelas 5 SD). Lah? ada yang tiarap sambil nutup telinga di garis start. Lah. Ternyata murid nyokap gw. Jiaaaahh. Penonton ngakak. Kasian banget. Jadi dia mikir ada ledakan bom di situ. Dia tiarap ketakutan. Jiaaah.


Dan setelahnya nyokap juga cerita banyak..ada peserta yang baru sekali ke mall, terus nyopot sendal pas masuk mall. Ada yang diajak makan KFC tapi malu pake tangan (dia pikir harus pake sendok dan garpu). Terus juga doski cerita joke orang batak yang pertama kali dateng ke Jakarta. Pengen minum teh di warung, terus mesen teh panas. Terus dia nyuruh anaknya minum tehnya cepet-cepet padahal masih panas, karena takut, kalo keburu dingin, harga tehnya jadi 2500. Karena di warung tertera, teh panas = 2000, teh dingin = 2500. Ha ha ha ha ha ha ha, kami semuapun tertawa senang. Dari situ akhirnya, gw mengetahui kesenangan gw menjadi pusat perhatian dan membuat orang lain tertawa, that x gene, berasal dari Nyokap. Selesai.





---------> Anjing anjing anjing anjing anjing..gw nulis apa barusaaaaaan. Damn you skripsi. You took out my mojo. I lost it. My mojo. My mojoooooo! Tapi gapapalah ya booo...teaser ini...hitung-hitung penyemangat untuk postingan-postingan selanjutnya. Udah 1 bulan nggak ada postingan. Maaf ya..Roiders. Harap maklum. You can slap me when you meet me karena udah nggak bisa memuaskan hasrat kalian....on my ass.









Rabu, 02 Juni 2010

Yg Punya Blog Sibuk.

Yang punya blog lagi sibuk bikin outline *hidung bertambah panjang* In the meantime, cek postingan baru di blog sebelah ya..


Minggu, 16 Mei 2010

The Scariest Moment Ever!!

WARNING : Postingan panjang. Baca selama 3 hari. Atau jeda setiap 20 menit. Ngerokok dulu, ngobrol-ngobrol dulu sambil saling membelai. Ketika sudah on, lanjutkan permainan,




Gw nggak ingat waktu itu hari apa dan tanggal berapa,mungkin hari Kartini tanggal 25 April, tapi yang gw ingat pada hari itu Banu tiba-tiba bermuram durja. "Kenapa,Ban?" selidik gw. "Udah..bilang aja siapa yg berbuat.Bapak?Bapak bukan?",tanya gw.Suara gw mulai naik.Sedikit terdengar histeris.Banu diam. "Udah..bilang aja. Ibu nggak akan marrrah ke kamu", gw makin mendesak. Banu terlihat ragu. Lalu akhirnya mengangguk lemah. Gw langsung naik pitam lalu menjambak rambutnya kasar,"Dasarrr..pembantu tak tau diuntung.Udah dibaikiiiinnn...masihhh aja main sama laki orang.Papaaaaa...sini kamu Paaa..siniiii",jerit gw ke arah ruang tamu sambil menjambak-jambak rambut Banu.


------at this point, you may shoot me--------------


cuekin aja ya,bo' paragraf di atas. Maklum udah lama ga ngejayus lewat tulisan. Cerita di atas bener dari "gw lupa tanggal berapa" sampe "gw lupa tanggal berapa". Iya. Cuma kalimat itu doang. Selebihnya boong.


Jadi pada hari dan tanggal berapa itu, gw mendapati Banu dengan muka senyam-senyum mengabari gw, "Mas..inget nggak Mami Lola?". "Inget.Temen kantor lu di Merauke itu kan?", jawab gw. Gw langsung inget soalnya jarang-jarang Banu punya kenalan tante-tante. Biasanya Satpam atau Supir Pantura. "Iyo,Mas.Dia meninggal akhirnya.Kena kanker. Aku sedih". Lah?Sedih tapi mukanya datar. "Iya. Orangnya baik banget soalnya,Mas. Sedih".



Oh..oke. Gw ngerti lah ya. Mungkin emang gitu cara dia bersedih, nyengir-nyengir tengil. Gw juga ikut bersimpatilah. Berita kedukaan emang berita yang menyedihkan. Apalagi kalo loe kenal orangnya. Lalu dengan rasa simpati yang besar, gw mengucapkan, "Elu masih punya urusan sama dia ngga? Lu tidur sendiri kan? Siapa tau dia ntar ketok-ketok pintu jendela. Banuu..ko su tidur kah?Ni Mace Lola ini". Dia langsung ngakak. "Najis. Bukan gitu, Mas. Dia biasanya ngomong gini tiap pagi di kantor: Mas Banu...ada yang bisa saya tanda tangani,kah? Ntar dia ngomong gitu sambil ngetok jendela",pungkasnya. Lalu seperti di ending serial-serial komedi bule, kita berdua tertawa-tawa bersama walaupun pemirsa yang melihat bingung, apa yang ditertawakan, ngga ada yang lucu kok. Dan terus tertawa sampai credit title muncul dan gambar gelap.



Berhari-hari setelahnya, ketika Banu sudah melupakan kesedihan yang membuatnya sempat terpuruk selama 20 detik, kita pergi ke kantor imigrasi. Ternyata, ngantrinya lumayan cepat. Lebih cepat dari yang kita duga. Akhirnya kita memutuskan untuk menonton film di Blitzmegaplex sepulang dari kantor Imigrasi. Filmnya? [Rec]2!!!! Jeng Jeng Jeng!!! *pembaca kaget.Yang sedang makan, keselek piring. Yang sedang ngangkat galon Aqua, keselek dispenser*. Buat yang belum tau, Film [Rec]2 ini film horror asal Spanyol. Baca review dari gw tentang film ini di sini. Konsepnya, real movie, pemaennya megang hand-held camera. Mirip-mirip Paranormal Activity, Blair Witch Project, Skandal DPR ME-YZ, Bandung Lautan Asmara, dan film2 3gp lainnya. Filmnya serem mampus. Pokoknya pulang dari situ kita berdua bukan lagi orang yang sama *pulang pake stocking dan beha kerucut model bor*



Malamnya, setelah berada di kamar masing-masing, gw ngecek twitter. Ternyata Banu nge-twit : "Anjir. Malem-malem kebayang film tadi. Jadi takut tidur". Dan iseng-iseng, entah dapet ide gila dari mana, gw reply tweetnya : "Mas Banu..ada yang bisa saya tanda tangani, kah?". Mirip yang sering Mami Lola ucapkan ke dia. Beberapa menit setelahnya, dia langsung pindah ke kamar gw. Maksa nonton TV. Gw ladeni. Lebih dari itu, gw nggak mau. Capek,mak. Lagian gw masih kotor. Masih ada bercak-bercak dikit kemaren. Akhirnya setelah menonton TV,kita memutuskan untuk tidur. Dan seperti sinetron-sinetron Indonesia, adegan setelahnya gelap. Yang terlihat hanyalah satu bayangan yang merebahkan bayangan lainnya ke tempat tidur.



Beberapa hari setelahnya, kita sudah melupakan adegan2 film [rec]2 dan dialog Mama Lola. Kehidupan mulai tenang. Dan waktu malam minggu tiba, gw, Banu, dan Inul janjian nonton midnite. Filmnya?? DayBreakers!!! JENG JENG JENG!! *pembaca kaget. Yang sedang kumpul-kumpul keluarga, keselek Emaknya. Yang sedang beli nasi uduk, keselek tas pinggang penjual nasi uduk* ----> Oh My God..what did i just type?? Astagaa..that's uber jayuss ya Allaaaaah. ASTAGHFIRULLOOOHH...tapi ga usah dihapus lah yaa..emang penjual nasi uduk depan gang kos gw pake tas pinggang. Ini faktual!



Balik ke Daybreakers. Buat yang belum tau, film ini bercerita tentang vampir. Emang gak seserem [rec]2,tapi lumayan bikin kaget. Begitu film selesai, Gw jadi parno. Gw ngerasa orang-orang di sebelah gw sebenernya vampir. Dan ternyata bukan gw doang yang ngerasa gitu. Si Banu juga. Mana kita masih harus naik angkot lagi ke kos. Dan itu jam 2 malam. Penumpang angkot sepi. Jalanan sepi. Pokoknya horrorlah.



Sesampainya di kos, gw mampir sebentar ke kamar Banu. Minjem charger sama minjem hapenya bentar, ngecek-ngecek twitter and did some stuffs. Karena mulai ngantuk, gw balik ke kamar. Buka laptop, ngecek twitter, did some stuffs with my cell. Mata gw mulai ngantuk ketika gw mendengar bunyi kaki yang tergopoh-gopoh ke arah kamar gw. Belum sempet gw menduga-nebak itu bunyi kaki siapa, pintu gw udah digedor-gedor. Engsel pintu naik turun. Anjrit. Gw langsung buka pintu. Banu berdiri di depan dengan tertawa-tawa tapi muka pucat ketakutan. Dia megang hape. Hapenya di arahkan ke muka gw. Sambil tertawa-tawa tapi mukanya pucat ketakutan, dia ngomong, "Mas...mampus..Mas..baca sms ini." Padahal smsnya belum dia buka. Tapi gw tau kenapa dia ketakutan. Nama pengirim smsnya yang membuat dia ketakutan. Pengirimnya : MAMA LOLA.


"Aku gak mau baca, Mas. Takut. Sumpah". Katanya sambil nutup muka. Gw langsung buka sms. Dan isinya.....isinya......





















"Mas Banu...Ada Yang Bisa Saya Tanda Tangani, Kah????"




















OH My Gawd!! It's so scarry!! Bulu kuduk gw meremang!!






Banu makin pucat begitu gw baca keras-keras smsnya. Dia langsung ngambil hape dan berniat menelepon temen-temennya di Merauke. Gw menghalangi. "Kenapa emang?",dia nanya. "Ga usah pokoknya",gw maksa. "Iya.kenapa?", dia makin heran. Akhirnya karena gak kuat, gw langsung ngakak. Gw ngaku, yang sms dia tadi adalah gw. Dia heran. Kok bisa? Kok bisa?Loe pada juga heran kan? Oke...berikut gw beberkan prank paling jenius abad ini:


Tips membuat Prank Jenius

Bahan-Bahan:
1 teman penakut
1 berita duka cita yang tidak terlalu lama terjadinya
1 buah hape.Merk gak penting.Asal bisa sms.
2 buah film horor seram. Air Terjun Pengantin tidak disarankan.
1 buah angkot berpenumpang sepi.
1 buah otak jenius
1 buah tekad bulat dan kesabaran

Cara membuat:
Setelah menonton film seram dan menaiki angkot sepi penumpang di jam dua pagi selama 1 jam, akhirnya kalian berdua sampai di kos. Mampir sebentar ke kamar temanmu. Pura-puralah ingin meminjam charger. Pinjam juga hapenya sebentar. Bilang saja ingin berselancar karena hapemu sudah lowbat.

Lalu ketika dia lengah, buka phonebooknya. Edit namamu dengan nama orang yang sudah meninggal tersebut. Tapi ingat, nama orang tersebut adalah orang yang dia kenal. Jangan tulis Rudi Perdana Utama. Dia nggak kenal. Kamu juga nggak kenal. Saya apalagi. Kan percuma. Jangan tulis juga nama orang yg sudah lama meninggal, kaya Pangeran Diponegoro atau Lady Di. Karena jatuhnya bakal aneh.Bayangin,tiba-tiba ada sms yang muncul,from: Pangeran Diponegoto. Kan lucu. Jadi tulis nama yg dia kenal dan belum lama, in my case: Mama Lola.

Setelah mengedit namamu dengan nama Mama Lola, pamitlah tidur ke kamar. Tunggu beberapa menit. Kira-kira saja, kapan dia mematikan lampu kamar. Kalau kira-kira waktunya sudah pas, tulis sms apa saja. Kalau bisa dengan kalimat yang dia sering dengar diucapkan almarhum. In my case: "Mas Banu.. Ada yang bisa ditandatangani, kah?"

Tunggu beberapa menit. Tunggu. Sabar. Dengarkan langkah kaki tergopoh-gopoh menuju kamarmu. Cekikikan dulu sepuasnya. Dengar pintu digedor-gedor. Puas-puasin cekikikan. Tarik nafas hembus nafas. Pasang muka serius. Buka pintu. Voila!! Melihat wajah ketakutan korban, Priceless!!!




*pembaca menimpuki Roid dengan softex daur ulang lalu menyoraki: "Huuu..gitu doang. Beraninya bilang itu ide jenius.Huuuuu....kembalikan uang warnet kami,kembalikan bandwith kami!!"




NB: dalam kasus gw, gw udah ngakak duluan begitu buka pintu. Ngakak hebat. Padahal si Banu belum nunjukin smsnya. Harusnya kan dia curiga, ngapain gw ngakak. Jadi, bahan-bahan yang di atas gw edit:

Bahan-bahan:
1 buah teman lugu yang berasal dari Tegal
dst

Sabtu, 17 April 2010

Sate Afrika

Kapan tau kemaren-kemaren gw lupa tanggal berapa, gw berniat sekali untuk makan sate afrika yang terkenal seantero Jakarta itu. Kebetulan juga hari itu tanggal muda sehingga masih bisa sedikit belagu makan di luar (Actually, gw emang selalu makan di luar. Soalnya kalo makan di dalem, entar hamil. Gw juga selalu makan menggunakan pelindung #cabulsporadis).

Sebenernya gw ga tau sama sekali, dimana itu sate afrika berada. Tapi percuma lu hidup kalo lu masih tanya-tanya hal sepele gitu ke orang. Ingat pepatah ini: Malu bertanya,emang lu harus maluuuu.Hareee gene tanya-tanyaaa.Googling kaleee.Googling! Googling is the new nanya-nanya-ga-penting (Pepatah terpanjang dan ternyolot).

Malam sebelum hari H, gw googling dengan keyword : Sate afrika. Dan muncullah berderetan situs dengan keyword sate afrika, yang membuktikan betapa fenomenalnya penganan ini di kalangan pengguna internet. Gw buka salah satu situs, disitu dibilang sate afrika beralamat di Jl.KS.Tubun di dekat museum tekstil. Oke. Gampang berarti. Siapa sih yang tidak tau museum tekstil? Semua pasti tau. Tunggu....tunggu. Gw ga tau. Ah..tapi siapa sih kecuali gw yang tidak tau museum tekstil.? Bodoh sekali orang-orang kecuali gw yang tidak tau museum tekstil yang sangat terkenal itu.

Selain alamatnya, gw juga dapet beberapa fakta tentang sate afrika dari beberapa blog itu. Diantaranya:

  1. Sate afrika bentuknya tidak seperti sate. Tidak ditusuk. Namun berbentuk onggokan-onggokan daging.
  2. Kita bisa milih mau makan sate pake nasi atau pake pisang. Atau mau makan nasi pake pisang tanpa sate kalo kamu kere.
  3. Satenya juga dimakan dengan sambel dan mustard. Lezat kayanya. Gw suka banget emang mustard. Apalagi kalo ada di burger atau dicolek-colek pake kentang goreng.
  4. Yang paling penting nih, harganya berkisar 40 ribu satu porsi. Pas. Gw ga mau pergi jauh-jauh hanya untuk makanan seharga 5 ribu. Kurang bernilai untuk dikejar. Tapi gw juga nggak mau pergi jauh-jauh untuk makanan seratus ribu.Ongkos pulangnya gimana ntar?
  5. Sate ini enak sekali. Semua blog memujinya. Kawan dan handai taulan gw yang sudah mencicipinya, juga mengatakan bahwa sate ini sangat sensasional.
  6. Warungnya ramai sekali. Jangan datang lebih dari jam 1. Karena biasanya di jam-jam makan siang satenya sudah habis. Lebih baik kalau pesan lewat telpon dulu. Wow...HITS banget ni sate.
  7. George Michael is gay.

Tak sampai semalam, gw sudah menguasai semua fakta tentang sate afrika. Sekecil apapun. Sampai-sampai, gw ingin menasbihkan diri gw sebagai Roid Taufan,ASA (Ahli Sate Afrika). Gw rasa fakta bahwa gw belum pernah ngeliat wujud sate afrika,tidak menghalangi keabsahan title gw sebagai ahli sate afrika. Memangnya ahli Dinosaurus sudah pernah bertemu dengan dinosaurus?

Keesokan harinya, dengan title yang melekat di nama, gw siap 100% menuju sate afrika. Sengaja gw gak makan, biar nanti kelezatan sate afrika bisa berlipat ganda. Kalo lagi lapar, tahi kucing juga serasa coklat. Dari Bintaro gw berangkat jam 9 karena harus nyampe di sana sebelum makan siang. Sebelumnya gw janjian dulu di Harmoni dengan Banu, dia dari Tegal. Kereta nyampe Gambir jam 11. Pas. Banu lebih norak dari gw. Dia rela dari Tegal ke Jakarta cuma mau makan sate afrika. What a commitment.


Dari harmoni naik Taxi. Tapi teryata supir taxinya nggak tau sate afrika. Jalan KS Tubun dia tau, tapi jalan itu luas. Akhirnya kita turun di suatu tempat di jln.KS Tubun. Nanya-nanya museum tekstil ke orang-orang di pinggir jalan (ternyata mulut ga bisa digantikan dengan googling), mereka nyaranin naik angkot yang melewati museum itu. Setelah naik angkot, akhirnya kita sampe di museum tekstil. Sate Afrika berada di antara museum tekstil dan gedung Indonesia Power.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 12. Wah..alamat ga kebagian lagi. Pasti tempat itu sudah ramai sekali. Dalam bayangan gw, tangan orang afrika yang menjual sate itu tak berhenti mengipas-ngipasi sate. Sementara di depannya beratus-ratus orang mengantri sambil melambai-lambaikan duit ke udara, berteriak-teriak minta sate afrika. Makanya, begitu ngeliat warung yang sepi banget, gw langsung pengen balik lagi. Jangan-jangan ini warung palsu. Sate afrika palsu! Jangan-jangan pas gw mau makan, tukang satenya nyeletuk, "selamat makan..te sate afrikanya mas.Sli Asli dari Madura". Tapi Banu meneguhkan hati gw. "Yakinlah mas, ini memang sate Afrika itu. Lihat, ada peta afrika di dindingnya". Oh..bener kalo gitu. Kalo ada petanya gw percaya *pertimbangan yang dangkal*.


peta afrikanya ketutupan kepala orang afrika.
foto diambil dari sini


Segera gw menuju warung. Tak sabar rasanya. Gw udah laper banget! Belum makan dari pagi. Pelayannya langsung nanya, "sate afrika, berapa mas?". Karena laper banget, hampir aja gw nyeletuk, "10 porsi yang paling BESAR,mas.Cepat! Kalo bisa jangan domba yang disate. Orang afrikanya aja sekalian. Saya laper banget ini. Mau porsi besar. Cepaaaat". Tapi dompet berbicara. Suaranya lebih kuat dari perut. Kita akhirnya pesan satu porsi sate domba afrika saja, dibagi dua. Ngga jadi orang afrikanya.

Dan setelah memilih spot terbaik untuk duduk, akhirnya datanglah sate afrika pertama kami. Sebagai "nasi"nya, gw memesan pisang. Sedangkan sebagai "pisang"nya, Banu memesan nasi. Satenya ternyata sesuai bayangan gw. Sederhana banget. Emang cuma daging domba yang dibakar dan dibumbui dengan garam terus dikasih bawang bombay. Pisangnya ternyata dibakar, dan dipotong kecil-kecil. Rasanya manis. Awalnya emang aneh makan sate pake pisang, tapi ternyata lama-lama enak. Apalagi sambelnya lumayan enak. Eksotis rasanya. Sehingga kita seperti mencolek pisang ke tubuh Fahrani Empel.


foto diambil dari sini



Tapi karena gw bukan pecinta daging, setelah beberapa potong, gw jadi eneg. Apalagi bau-bau dombanya masih kerasa dikit. Kata orang-orang yang udah makan, baunya ga kerasa. Hmmm....mungkin orang-orang itu tinggal di kandang domba, sehingga bau yang sedikit itu tidak terasa. Apalagi mustard yang gw suka sekali nggak ada. Huh. Mana?Mana? Gw liat di meja ada botol mustard, tapi isinya cuma air. Mau nanya, malu. Mungkin mustardnya sudah dicampur ketika membakar sate. Tapi ngga. Ngga mungkin. Satenya cuma rasa garam gini.


Akhirnya di kasir ketika membayar (yg harganya lumayan mahal juga ternyata. Sate 37 ribu, pisang 13 ribu???huh!), gw beranikan diri untuk bertanya:"Mbak mustardnya mana ya? kok nggak ada?". Mbaknya jawab dengan ketus dan bibir atas naik 1 centi dan miring ke kiri 30 derajat, "Lah,itu yang dibotol, cairan itu namanya mustard. Terus ada yg udah dicampur juga ke sambelnya".

Anjrit. Malu gw. Gw pikir mustard itu sejenis mayonaisse tapi berwarna kuning. Kaya yang di dalem burger-burger itu. Harusnya ya gw ga cuma googling sate afrika aja. Tapi juga googling dengan keyword : Mustard. Damn! Nggak mau ah balik lagi ke situ.Maluuuuu (padahal karena emang nggak suka satenya karena nggak worth it. Harganya mahal dan tempatnya jauh tapi rasanya gitu doang. Tapi takut terus terang karena takut dituntut kaya Prita. Kalo dipakein "dalam kurung" gini nggak dituntut kan?).