Minggu, 21 Februari 2010

i miss you that it hurts

I miss you that it hurts. Like Mariah Carey misses her old natural boobs.

Can't get it again. Will never back to the good old time.



I miss you that it hurts. Like Nemo misses his father.

Want to swim across the sea to see you but i'm caught in this smelly effing fishbowl.



I miss you that it hurts. Like the little match girl misses a warm house.

Frozen. Cold. I light my matches. Wishing to see you. But you're just a vision. A warm house in my hallucination.



I miss you that it hurts.

Like you ever missed me when i never missed you.



Like you ever missed me.

When i never missed you.


Selasa, 09 Februari 2010

Fuckation #5 (The Ending)

Peringatan : cocok di baca 3 hari.Panjang benerrrr postingan ini.


Cerita sebelumnya : your travelling God,Roid,mengalami perjalanan yang menyenangkan di Bali. Pencapaian-pencapaian spiritual mengagumkan berhasil diraihnya. Diantaranya,dia berhasil menjadi pria uber sexual. Dalam spiritualitas fashion,pencapaian itu merupakan pencapaian menakjubkan,satu langkah lagi menuju moksha.

Namun tak cukup di situ, Roid berhasil juga mencapai puncak pengalaman spiritualnya,yaitu glamourity moksha,di Bali. Pencapaian ini dia raih setelah dia berhasil makan malam mewah di Jimbaran. Makan malam mewah dengan lauk satu ekor ikan bakar dan empat ekor!..sekali lagi..empat ekor..ini benar-benar cuma empat ekor...udang saus padang (banyakan sausnya,biar aroma udangnya terasa sampai ke nasi walaupun udangnya cuma 1 ekor/orang).

Makan malam dengan satu ekor ikan dan empat ekor udang untuk 4 orang,sekali lagi untuk 4 orang,merupakan puncak tertinggi dari kehidupan glamournya di Bali *digaplok Siska karena buka aib kemiskinan kita.Sebagai bendahara tim,dia pasti tersinggung*



Masih Day 3

Setelah mencapai glamourity moksha, gw merasa Travelling God,yang berada di dalam kalbu gw,pergi menuju surga. Dan berada selamanya di sana. Kemudian,karena sering melihat Pura,kalbu gw yang kosong dihinggapi titisan biksu, yang membuat gw ingin kembali lagi ke kehidupan sederhana.Seserdehana mungkin. Hingga mencapai titik nol kenikmatan duniawi. Ingat,ini tidak ada hubungannya dengan masalah keuangan,gw hanya ingin hidup sederhana.Keuangan kita sangaaaaat sehat. Hanya saja puncak kenikmatan kehidupan duniawi sudah gw cicipi. Bosan. Kini saatnya gw kembali lagi menjadi manusia suci,hidup sederhana tanpa nafsu duniawi.


Karena itu gw ingin mengasingkan diri ke pulau lain yang lebih sepi. Bali..yah..Bali terlalu keduniawian buat gw. Makanya gw segera ke lapak tour&travel setempat. Rencananya mau ke Lombok. Pulau yang jauh lebih sepi dari Bali. Siska dan Ficky urung ikut, karena mereka tidak punya uang lagi. Siska keras kepala sekali ingin menaiki sling shot (wahana di dekat Kuta,googling kalau pengen tau itu apa) yang seharga 200 ribu itu. Jadi dia musti memilih, naik sling shot atau ke Lombok, atau kedua-duanya tapi terpaksa mengais-ngais makanan di tempat sampah (ini bukti kalo keuangan kita sangaaaaat sehat). Dengan bijak (tapi menurut gw gila),dia memilih opsi pertama dan merelakan perjalanan spiritual berharga ke Lombok.



Di Lapak travel itu,kita ditawari untuk ke Gili Terawangan,pulau yang bahkan lebih terpencil dari Lombok. Gw langsung setuju. Ini perjalanan spiritual pikir gw. Lebih terpencil lebih bagus. Kemudian kita ditawari paket kapal boat untuk ke Lombok,hanya 2 jam saja dari Bali,harganya Rp1.200.000. Tidak. gw tolak secara halus. Kemewahan bukan tujuan kami kali ini. Kami ingin sesederhana mungkin dan semenderita mungkin.

"Kami bisa naik gerobak sapi?",mulut gw ingin melontarkan pertanyaan itu karena terdorong keinginan yang sangat besar untuk hidup sesederhana mungkin. Tapi tentu saja tidak bisa. Mereka cuma punya kapal boat atau kapal ferry.Tidak ada gerobak sapi.Gw masih ragu-ragu."Jadi gimana?",pertanyaan petugas travel itu mengangetkan gw dari lamunan."Belum tau,mas",jawab gw. "Kalo gitu minum dulu",tawarnya sambil mengeluarkan aqua gelas.Ingin rasanya berlari ke bawah paralon dan mereguk air tetesan hujan dari genteng sepuasnya.Bahkan aqua gelas pun menyakiti gw,terlalu keduniawian.


Akhirnya kami pun memilih kapal ferry (ya iyalllah,kata Roiders). Dengan kapal ferry,butuh 5 jam dari Bali untuk ke Lombok. Harganya Rp280.000 Bali-Lombok pp. Setelah membayar biayanya, kami pun pulang dengan hati puas ke kamar penginapan sederhana kami yang tempat tidurnya pernah ambruk,kipas anginnya jelek, flush toiletnya sering macet,dan bau apek. Lalu segera tidur karena keesokan harinya kami akan dijemput pukul 6 pagi di losmen.


Day 4 (Christmast Eve)

Jam 6 tepat,penjemputnya dateng. Kita langsung capcus naik mobil travel yang ternyata colt tua. Perjalanan belum dimulai ternyata,kita harus jemput penumpang lainnya yang ternyata rata-rata bule. Ada sih dua orang turis Indonesia. Gw dan Banu sih menganggap mereka cuma berteman,bukan pasangan. Soalnya ceweknya manis, cowonya menyedihkan banget. Kurus tapi ga tinggi,rambut gondrong,pake kacamata item bulet, celananya kargo murahan, bawa gitar, tampang standar, pokoknya dia seperti masih hidup di era dimana Deddy Dores masih menjadi panutan fashion. Selain itu, cara ngomongnya juga ngeselin banget,sok asyik.Ga mungkin cewek itu mau sama dia.

Kita pun diem-diem mencibirnya dan memanggilnya si SA. Si Sok Asyik. Ah,kita lupakan si SA.Toh nanti di Gili Terawangan kita gak bakal bertemu dia lagi. Lagipula,ini perjalanan spiritual,tidak baik menghina orang.Oh,terakhir..dia pake bandana!Bandana zaman Nike Ardila!manusia tahun 2000an mana yang pake bandana! Ha?Ha?Ha?Bandana cuma dipake sama Berty Tilarso dan Vicky Burki and this pathetic yet annoying-small-leg-with-cheap-cargo-pants wore it!! Menyedihkan!


Udah.gw janji itu yang terakhir kalinya gw menghina dia.Ini perjalanan spiritual.Ga baik bertingkah seperti itu.


Akhirnya setelah 1 jam perjalanan,kita sampai di pelabuhan Padang Bai. Dan langsung menaiki ferry. Untuk menerapkan pola hidup sederhana,di atas ferry kita mutih. Yaitu menahan lapar dan hanya memakan keripik singkong. Ya ya,gw tau makan keripik singkong kemasan bukanlah definisi dari mutih. Tapi hanya itu yang gw punya di tas. Lagipula kalau kita atur pikiran kita dan konsentrasi,rasa singkong ini lama-lama mirip nasi putih *sambil memandangi penjual nasi ayam berseliweran menjajakan dagangan*

Kapal ferry ini dipenuhi bule-bule miskin dan dua orang pribumi kaya tapi sedang mencoba hidup sederhana demi pencapaian spiritual,yang lainnya cameo (bule-bule miskin ga jadi cameo because they're effing awsome.Kena bulestruck dan pribumi low self esteem gw selama perjalanan ini).

Setelah 5 jam perjalanan,akhirnya sampailah kita di pelabuhan Lembar,Lombok.Dari situ harus naik mobil travel lagi menuju pelabuhan Bangsal tempat menyebrang ke Gili Terawangan. Setelah menunggu mobil jemputan selama 30 menit di warung indomie,numpang boker..eh..maaf..buang air akbar di toilet warung,dan perjalanan selama 45 menit-an,akhirnya sampailah kita di Pelabuhan Bangsal tempat menyebrang ke Gili Terawangan.


Di sini,pribumi-pribuminya agak kasar sama Bule. Ada yg minta barang-barang mereka segala. Padahal dengan tindak-tanduk yg seperti itu, mereka sendiri yang akan rugi,kan? Kehidupan sektor riil di tempat itu pasti tidak akan berjalan jikalau tidak ada warga negara asing yang melancong (mulai terdengar spiritual dan intelektual,kan?).Tapi kita tidak tahu juga alasan mereka berbuat seperti itu. Mungkin mereka pernah disakiti warga negara asing. Mungkin ada gadis kembang desa berdada besar di desa itu yang pernah dilecehkan oleh warga negara asing yang melemparkan panah dart ke dadanya sehingga dadanya meletus? (mulai balik ke aslinya,Roid yang dangkal). Entahlah.


Tak lama,perahu yang ditunggu-tunggu untuk menyeberang datang juga.Wohooooo...Gili Terawangan..i'm coming! Banu agak takut sama laut dan ombak,jadi sepanjang perjalanan,gw harus menenangkan dia. Di Ferry juga gitu,dia parno kalo ombak gede. Terus malah waktu masih di pelabuhan Gili Manuk,pas naik Ferry,dia jerit pas ferry-nya lepas jangkar.Dia pikir tu Ferry bakal tenggelam.Hah!Penakut! (sirik karena Banu banyak penggemar).


Si SA (Sok Asyik) ada di foto pojok kanan atas. Tapi gelap.
Dia di sebelah kanan cowo keriting
Foto kanan bawah adalah foto bule Sok Asik (yg pake singlet putih).
Yang ini gayanya mayan,tp sok asik banget.
Yea,we're busy naming those annoying people instead of enjoying the view.
But hey,bitching at people is our special way to enjoy our "view".


Setelah 15 menit menaiki perahu kecil,dan bete mendengarkan obrolan si Sok Asyik,akhirnya sampailah di Gili Terawangan.Thanks Gooooooood,ga bakalan ketemu dia lagi. Begitu nyampe langsung disamperin sama calo penginapan. "Ga usah,mas.Saya bisa tidur di pohon.Langit atap saya,pepohonan rumah saya,pasir toilet saya *sambil menimbun kotoran di dalam pasir*",pengen banget gw ngomong gitu. Tapi melihat wajah mereka yg sangat membutuhkan uang,gw setuju saja menginap di losmen mereka.Apalah artinya 200 ribu semalam,yang penting bisa membantu keuangan mereka.

Tunggu..tunggu..apa?200 ribu semalam?gila lu! Segera gw tawar..100ribu! "wah...ga bisa mas..lagi musim liburan.150 deh",mulut si anying itu ngejawab lancang. Bak lagi nawar kaos ketat Guess Palsu di Mangga Dua, gw sok-sok kabur. Gila ya! Lumayan bisa menghemat 50ribu! pokoknya kalo ga 100,gw ga mau. Tapi taktik gw gagal,dia ngga manggil gw lagi. Oh..ya sudahlah..apalah arti 50 ribu asalkan bisa membantu mereka. Heran sama orang-orang yang bisa nawar sampe setengah harga,kalo ga dikasih pake maki-maki lagi,kalo gw sih ga pernah tega. Uang cuma kertas yang bercetak kan?tak akan kita bawa mati. Oh My God..i am beyond spiritual.Gw bisa jadi tokoh spiritual hebat seperti Anand Khrisna *gak pernah baca detik.com*. Akhirnya gw setuju, kemudian dibawa ke penginapan mereka. Penginapannya lumayan. dua tempat tidur single, kipas angin dinding,kamar mandi yang lumayan gede terus dapet sarapan pula. Letaknya juga deket dari dermaga.Konyol sekali tadi kelakuan gw,berdebat demi 50 ribu. Gw tertawa sendiri sambil geleng-geleng kalo ingat kekonyolan gw itu.Ahh..Guess a spiritualist guy like me has flaw too.


Setelah bersih-bersih, kita berencana keliling pulau. Katanya malam ini bakal rame karena malam natal. Banyak restoran di pinggir pantai yang mengadakan party gratis dengan DJ-DJ kenamaan dari......pulau itu.Sekalian nyari penginapan lain lagi ah... Yang 100 ribu. Pokoknya mendapatkan penginapan 100 ribuan is like my ultimate dream. Apapun akan gw lakukan untuk bisa mendapatkan harga segitu,jual Banu kalo perlu (jual diri ga pede,pasti ga laku).

Begitu keluar kamar,atmosfer liburan dan having fun langsung terasa. Bule-bule bersliweran. Dengan bermacam-macam gaya. Kali ini mereka agak dandan,soalnya ada party-party di beberapa restoran di pinggir pantai.And i looooove the santai/holiday atmosphere.Bau laut, toko-toko kecil di pinggir jalan,restoran-restoran unik, dan bule-bule stylish yang bersliweran.I was like in remote island in caribia or something.Excited bangetlah gw pokoknya. Oh,btw,di sini ga boleh ada kendaraan bermotor,paling sepeda. Kalo mau sewa sepeda,50 ribu per jam. Di pinggir-pinggir jalan banyak tempat penyewaan sepeda. Jadi makin kerasa santai dan liburannya karena semua orang jalan kaki dan bersepeda. Ga ada yang kebut-kebutan naik motor,apa lagi kernet yang teriak-teriak,"blokem,blokem,blokem.Terakhir,terakhir".Santaiiiiii.Fuuuun. See the pictures.


harga souvenir-souvenirnya lbh mahal dari Bali.Tapi ga bikin pusing,
karena nggak ada penjual yg nyamperin sambil sedikit maksa. Di sini santaiii.

Gw kelojotan.Daerah-daerah pribadi gw basah dan lengket
begitu membaca spanduk ini.

Entah kenapa gw gak suka pulau yg sepi kalo malam.
Waktu di Pulau pramuka dulu,malemnya sepi.Kita bingung
mau ngapain.Akhirnya maen Gaplek.Males bgt kan jauh2 cuma
maen gaplek.Pulau ini just perfect. Malem rame, siang santai.

Some interesting restaurants pinggir pantai. Kita
makan di restoran india.Pelayannyanya baik sekali mau memilihkan menu yg paling murah.
Mungkin niat untuk hidup sederhana terpancar jelas dari mata kita.
Suasana restoran ini lbh romantis daripada Jimbaran. Kursi diganti kasur
yang diletakkan di atas pasir pantai. Tidur di kasur,di atas pasir pantai,sambil
menikmati semilir angin pantai dan deburan ombak,melihat bintang-bintang. Just perfect.
Tapi makanannya masih enakan di Jimbaran *tetap nyela,apa kabar perjalanan spiritual*


Setelah makan,kita lalu beranjak mencari restaurant yang mengadakan party.Pilihan jatuh ke bar paling rame.Suasananya asyik. Bule-bule minum sambil ngobrol di bar. Kita nggak mau kalah,liat-liat list minuman. Aduuuh,lame. Nggak ada minuman favorit gw.Dude,where's the plain tea ice?? es teh tawar? Sigh,your beverages lists are just lame dude. Apa itu gin tonic?Minuman dari salon?How can you drink penguat akar rambut ?it's just lame dude,merknya bukan Rudi Hadisuwarno pula,pasti palsu. Ga asyik. Ya sudahlah,kita pesen aja cap cis cus tanpa liat nama minumannya,yang penting harganya aja. Akhirnya kita pilih minuman yang namanya sophisticated sekali dengan harga terjangkau,8ribu rupiah saja. Nama minumannya: Orange Juice. Ingat,sederhana,dan gak beralkohol.Itu kunci minuman spiritual.


Tak berapa lama,DJ mulai memainkan musik. Yang turun ke lantai dansa malah kebanyakan pribumi pulau setempat. Malah kebanyakan ABG di bawah umur. Bule-bule malah cuma ngobrol-ngobrol aja sambil minum. Oh...apa jadinya generasi bangsa kalo mereka sudah berpesta sedari dini. Sebagai pemimpin spiritual kaum uber sexual, segera gw dekati mereka untuk memberikan nasehat. Gw dekati mereka...oh,anak ini kecil sekali..wajah gw pias...air mata sudah menggenang karena menyesali nasib mereka...semakin dekat ke arahnya..gw siap-siap membuka mulut untuk menasehati...Lagu Rihanna Please Don't Stop The Music diputar..gw lalu membuka mulut...dan teriak.."ayo goyaaaaang"...aaah..asyiknya...pinggul gw mulai bergoyang mengikuti irama.


DJnya memainkan musik-musik dance mainstream. Walau mainstream tp bisa membuat crowd menggila. Gw kagum dan mendekati booth DJ. Wah..gw belum pernah liat turn table.Wow..itu turn table.Mengagumkan. Coba ah..liat koleksi-koleksi piringan hitamnya. Pasti keren. Dan ternyata..wow..bener-bener keren! Ajaib! Piringan hitamnya kecil, sebesar cd,trus ada gambar Rihanna di sampulnya, dan ada tulisan "best female compilation MP3 hot".Wow mirip mp3-mp3 bajakan yang di Glodok,atau emang iya? Kalo iya,semakin kagum gw. DJnya mampu menerapkan pola hidup sederhana. Setelah puas mengagumi piringan hitam yang ternyata ga hitam,gw langsung cabut pulang. Cape. Besok harus bangun pagi.


Orang-orang ini hanya mengagung-agungkan
kenikmatan duniawi. Neraka sudah menunggu
mereka *ngomong sambil goyang kepala dan minum orange juice*
Ayoooo...goyang lagi.



Day 5 (Christmast in Gilies)

Bangun pagi jam 6, gw langsung excited. Wah..hari ini ada jadwal snorkeling ke 3 pulau, Gili Terawangan dan dua pulau di sekitarnya,Gili Air, dan Gili Meno. Kemarin malam kita udah pesen di travel setempat. Delapan puluh ribu rupiah,sudah termasuk kapal boat untuk menyebrang.Menguntungkan sekali,bukan?

Jadwal berangkatnya jam 10. Menunggu jam 10,kita jalan-jalan di sekitar pulau sambil berfoto.

Di sekitar situ,ada yang jual gelatto,murah.Cuma 10 ribu.Enak pula. Selagi beli,gw iseng-iseng nanya penginapan.Wow..ternyata mereka ada. Dan mau ditawar 100 ribu.Tapi waktu sudah menunjukkan pukul 09.45. Penginapan gw agak jauh dari situ. Dan kita gak boleh telat. Belum packing barang2 pula.Tapi gw harus bisa.

Penjual gelatto berbaik hati meminjamkan sepedanya. Si Banu gw suruh ke travel aja,suruh bilang kl kita kemungkinan telat sedikit. Cepat..cepat..gw teriak ke dia.Gw langsung buru-buru ngebut.Go..go..go! Ibarat ikut Amazing Race Asia dengan perintah,"find the cheapest room in island.As the reward,you will save 50 thousands rupiahs". Seru. Dikejar-kejar waktu dan berasa terancam eliminasi. Karena kegigihan tekad dan uang 50 ribu yang terbayang-bayang, akhirnya gw berhasil packing kilat dan check in dengan tepat waktu, tak terlambat snorkeling.


Seperti biasa,perahu dihuni para bule.Tidak terdapat sebatang pribumi pun kecuali kita berdua dan para guide.


lihat.Gw ga pake pelampung.Gw lebih hebat dari Banu! (masih sirik)


Karang-karang bawah laut di Gili Terawangan awsome! Benoa ga ada apa-apanya. Di Gili Air,ikan-ikannya yang mengagumkan!Di gili Mano ngeliat tebing bawah laut gitu,gw ga terlalu menikmati. Paling best,gili air. Ikan-ikannya banyaaaaak banget!

Mampir untuk makan siang di Gili Air.

berasa buka lapak untuk jual diri di gubuk-gubuk ini.
Ayo mampir madam..pria eksotis pribumi..

Sore sekitar jam 5an,kita kembali ke Gili Terawangan. Kita nyempetin lagi mandi-mandi dan snorkeling di deket-deket pantai.




Setelah puas berenang (GW sekali lagi GU-WE yang berenang,menghadang ombak besar,tanpa pelampung,sambil snorkeling ke tengah-tengah.Si Banu..sekali lagi..BANU..cuma FOTO-FOTO sambil sesekali berenang di pinggir-pinggir bersama anak kecil),kita kembali ke penginapan kita. Yang baru,yang cuma 100 ribu.

Ternyata kecil banget. Jauh banget dari penginapan sebelumnya. Cuma lebih berasa eksotis. Kamarnya dari Gedek (bambu yang dianyam), lantainya dari papan, kamar mandinya di luar (dari gedek juga),lantainya dikasi batu-batuan alam.Ada kelambunya segala.Tapi karena dari gedek,suara-suara di kamar sebelah kedengeran banget.Derit-derit tempat tidur,suara bisik-bisik cekikikan, kulit bergesekan, bibir beradu, rambut ketiak saling menjalin *mulai lebay*. Intinya cocok banget kamar ini buat pasangan maniak seks yang eksebisionis suara *apa kabar spiritualisme,Roid?*


Sebelum tidur, kita mendengar percakapan di kamar sebelah. Hmm..berbahasa Indonesia."Jangan-jangan si Sok Asyik,Mas",kata Banu.No way.Ga mungkin cewe itu mau tidur bareng Sok Asyik.Mereka pasti cuma teman.Pasti.Potong titit gw kalo itu mereka.



Day 6 (Last Day in Gili)

Bangun pagi,kita langsung mandi. Siap-siap cabut lagi ke Bali. Huhuhuhu..Cedihna..cedih banget Nich. Dan pas gw ke luar kamar untuk mau mandi...seorang wanita keluar juga dari kamar sebelah dengan rambut acak-acakan. "Eh...temen satu perjalanan",katanya sambil tersenyum manis. Dan dari pintu kamarnya yang menyeruak, gw melihat pria itu, pria berbandana itu dengan celana kargo murahan-beli-di-Mangga-Dua-Merk-AdaDis-nya dan senyum sok asyiknya. Gw balas Menyumpal (memberikan senyum palsu) dan balik ke kamar, mengambil gunting kuku,ke kamar mandi, lalu memotong titit gw.


Day 6 (Back to Bali)

Begitu nyampe Bali, kita langsung janjian ketemu Siska dan Ficky di salah satu rumah makan anonymous-yang-penting-harganya-murah. Begitu ketemu, langsung heboh. Bak ibu susuan dan susunya yang lama tak bersatu. Cerita-cerita langsung bermunculan dari bibir Siska. Padahal yang melancong gw. Dia cerita kalo selama kami di Gili, dia dan Ficky cuma tidur-tiduran di Kuta sambil baca buku, ngerujak, sayang-sayangan, dan menghina-hina orang-orang yang hilir mudik di situ (kebanyakan dia menghina warga lokal yang dandanannya heboh padahal cuma ke pantai). Dasar 11 12 hobinya sama kita.Katanya walaupun kegiatannya cuma gitu,tapi nikmaaaaaat banget. Masa sih senikmat itu?Kasian ih mereka,pasti tiap hari sebelum ke Kuta,mereka bercermin dulu sambil berkata pada diri sendiri, "Liburan ini mengasyikkan...liburan ini mengasyikkan..liburan ini mengasyikkan Siska..mengasyikkan!"sambil menjambak-jambak rambut.Pasti deh.


Setelah itu kita ke Sling Shot. Wahana impian Siska. Siska mati-matian membujuk gw supaya ikut naik,soalnya harus 2 orang yang naik. Gw gak mau karena nggak ada duit. Udah lah ya bo' ya..jujur aja ya. Cape gw menyembunyikannya. Gw ga ada duit!! Tinggal 200 ribu duit gw.Belum beli tiket bis. Belum buat makan besok. Ini aja,biaya buat liburan ini,semuanya hasil dari ngutang ke teman *Itu terlalu jujur,Roid bodooooh*. Si Banu yang tak dinyana-nyana bakal mau (karena dia takut ketinggian.gw masih sirik),akhirnya mau dibujuk.


Akhirnya Impian Siska terpuaskan. They screamed out loud. Terutama si Banu. Teriakannya kedengeran sampe ke Pulau Komodo kali,membuat Komodo jadi ogah kawin satu musim. Bule-bule yang nonton di sekitar situ juga ngikut-ngikutin suara teriakannya. We got the video on facebook. Seru..seru.


Day 7 (Last Day in Bali.Huhuhuhu.Cedihna)

Hari ke-7 di Bali,Siska ga mau kemana-mana.Cuma mau di Kuta aja sambil baca novel dan ngeliatin orang. Kebetulan gw juga cape. Pengen juga membuktikan omongan Siska. Dan ya...emang bener. Nikmat banget. Padahal cuma: tiduran sambil baca novel,merasakan semilir-semilir angin,deburan ombak,keramaian di sekitar, tertidur. Bangun lagi. Terus bengong sambil liatin bule-bule ngobrol,nenek-nenek pemijat yang maksa tapi lucu. Baca Novel lagi. Laper. Makan bakso satu mangkok berempat. Beli rujak. Makan bareng-bareng.Kenyang. Baca Novel lagi. Cape baca, meletakkan novel. Terus bengong sambil ngeliatin pantai. Terus begitu sampe kita sudah harus kembali ke hotel.Packing sebelum pulang.


Nggak terasa,kita udah harus pulang. Sedih. Liburan kali ini benar-benar menyenangkan. Oke,menyenangkan nggak cukup untuk mendescribenya. Ke Dufan juga menyenangkan. Liat bokep juga menyenangkan.Gw ga mau liburan ini sama kaya liat bokep. It's beyond menyenangkan. Harus ada kata-kata yang tepat untuk mewakilinya.

Oke, mungkin ini terdengar agak lebay.Kalau memori-memori gw dikumpulkan jadi satu majalah, cerita tentang liburan ini ada di sampulnya. Dengan font besar, warna menyala terang.

LIBURAN KE MALANG, BALI,DAN GILI SELAMA 7 HARI BERSAMA TEMAN-TEMAN TERBAIK.

BUKA HAL.3! 10 HALAMAN! LENGKAP DENGAN TIPS-TIPS BAGAIMANA CARA MENGHEMAT SEKALIGUS GLAMOUR TAPI TETAP KAYA SPIRITUALITAS.



Jadinya gampang gw re-call.kalo kangen saat-saat itu,tinggal liat-liat lagi majalahnya.Ada di halaman depan ini.10 halaman pula.Jadi gw bisa senyum-senyum lagi mengingatnya.

Jadi liburan ini bukan sekedar menyenangkan. Ini salah satu artikel utama di buku memori gw.


tik tok tik tok...oke..emang lebay,Roid.


Ah..whatever...

bubye Bali dan Lombok....see you soon...soon! i promise you!











BONUS edisi kali ini! Kumpulan-kumpulan foto Banu khusus untuk para penggemarnya. Ingat,dia takut ombak, tidak bisa berenang, dan takut ketinggian. Ingat itu!!


Senin, 01 Februari 2010

Fuckation #4

Episode sebelumnya : Roid dengan pongahnya menobatkan dirinya sebagai Travelling God padahal ini kali pertamanya menaiki kereta api ke luar Jakarta.Kalau FBR tahu,pasti rumah Roid sudah dibakar karena mereka pasti mengira bahwa Travelling God adalah Tuhan sebuah sekte sesat yang menyembah koper atau charger (ingat travelling charger?).

Hari pertama di Bali,Roid membunuh HP-nya sendiri,yang dulu dengan norak dan sok lucunya dia namakan Ryan sang penjagal dari Jombang,dengan cara menenggelamkannya di laut Dream Land Bali. Seorang teman menyarankan agar dia menamakan hape barunya nanti dengan nama Haji Baiquni alias Babe.Saran dipertimbangkan.


Day 2

Kematian Ryan nggak membuat mood gw turun.Paling sedih dikit.Wajarlah ya.Kehilangan hp cantik sekaligus dildo.Hari ke dua rutenya agak jauh jadi kita rental mobil.Yang nyetir Siska.Tiga orang cowok nggak ada yang bisa nyetir.Nggak salah kalo gw menyebutnyanya Travelling Goddess of Travelling God.Harga sewa mobil 24 jam 180 ribu.Itu kalo loe punya kenalan,karena kalau ngga,harganya 250 ribu-an.

Jadi tips travelling God kali ini :

Untuk mendapatkan harga rental mobil yang murah,cari kenalan di Bali.Caranya,1 tahun sebelum berlibur,chatting dulu di MIRC dengan channel #Bali, #Sexbali, #SexTerusDapetKembalianPermen or anything yang ada hubungannya sama Bali.Target : kenalan dengan satu orang lawan jenis.Sebelumnya tanya dulu apakah dia punya kenalan pemilik rental mobil.Lebih bagus jika dia adalah anak pemilik rental mobil atau pemiliknya sendiri. Jika jawabannya "ya",lanjutkan obrolan. Chattinglah dengan intense. Minta nomor HP. Sms setiap saat,bombardir dengan perhatian. Ketika dia terjerat bujuk rayu,nyatakan cinta. Lalu lanjutkan hubungan cinta virtual sampai liburan tiba.

Satu minggu sebelum waktu liburan,minta dia booking mobil di rental.Paksa dia mendapatkan harga serendah-rendahnya.Minimal 180 ribu.Tunjukkan blog ini kalau dia bilang tidak mungkin mendapatkan harga segitu.Setelah dia berhasil mendapatkan mobil dengan harga murah,tidurlah dengan tenang untuk menyimpan energi di Bali nanti.

Setelah di Bali,jangan lupa bertemu dulu dengannya.Basa-basilah.Jika dia cantik/atau tampan,bercumbulah dengannya.Jika dia tidak sesuai selera,menangislah sejadi-jadinya sambil terisak-isak lalu bilang,"a..a..a..aku mengidap HIV..maafkan akuuu".Sebelum dia pergi,minta dulu kunci mobil dan alamatnya untuk mengembalikan mobil lalu jangan lupa ucapkan terimakasih sambil bilang,"jangan takut,HIV tidak menular lewat sentuhan,kita tetap bisa jadi sahabat,kan?" agar dia masih mau membantu jika kita membutuhkan bantuan.Setelah dia pulang,bawa kunci dengan riang dan nyalakan mobilnya.

And Voila!...u save Rp70.000..congrats!

Oh..back to liburan di Bali.Kemana aja kita hari ke dua?See the pictures..(Gw sengaja membuat tulisan tentang liburan gw sesedikit mungkin karena tentunya tips dari gw lebih bermanfaat dan informatif kan daripada cerita tentang perjalanan gw yang pasti akan membuat kalian bosan)

1. Bedugul


Danau Bedugul menyenangkan.Nggak sia-sia perjalanan berjam-jam melewati lembah dan jalan berliku-liku,danaunya indah dan udaranya sejuk.Dan di sini ada paraisaling juga ternyata.Harganya sama dengan yang di Benoa,50/70 ribu,gw lupa.Tapi kalau di Benoa rutenya cuma satu kali putaran speed boat,di sini bisa berkali-kali.Dan diameter putarnya juga lebih besar.Gw nggak menyarankan lu untuk tidak berparasailing di benoa ya,bisa-bisa gw dituntut sama manajernya.Gw cuma bilang,di Benoa satu kali putaran kecil,di Bedugul berkali-kali putaran besar.Gitu lho ya.Ingat,di Benoa satu kali putaran kecil,di Bedugul berkali-kali putaran besar.

Di Bedugul ada boat sewaan yang bisa digunakan untuk menyebrang ke seberang danau.Sebenernya kita mau nyewa boat itu,tapi kita mikir-mikir karena budget yang...eh..oh..hellooo...mana mungkin gara-gara budget..inget ya..kita ke sini untuk hidup glamour!glamour!Maksudnya, kita mikir-mikir,boatnya aman nggak ya..soalnya nggak ada sekoci di boat itu.Tapi ada seorang ibu-ibu yang mengajak kita (dengan sedikit memaksa) untuk menyewa boat itu.Karena harga sewa boat = 100.000,jadi dia pikir mending di sewa bareng-bareng aja,agak mahal kalo dia sewa sendiri.Aaaahhh....untung ada ibu-ibu itu..jadi kita bisa membantunya untuk menghemat pengeluarannya.Karena siapa bilang u can't be glamour and humble at the same time?

Boatnya seru.Si abang supir sengaja bermanuver sehingga boatnya ngepot-ngepot.Fun!We had the loudest laugh in days.Sambil ngepot-ngepot kita makan siang dengan duren kemasan seharga 10 ribu yang kita beli sebelumnya.Enaaak.Makan duren di atas boat yang melaju kencang membelah danau bersama ibu-ibu asing,it couldn't be more absurd. Si Ibu-ibu heboh banget promosi kalo di seberang danau bagus banget tempatnya,ada kebun bunga gitu.Gw udah ngebayangin kaya di Belanda aja,kebun bunga tulip dan kincir angin..But this was what we found :


Kelihatannya emang bagus,tp ternyata ini cuma komplek vila
yang belum jadi.Kosong.Banyak nyamuk.Lihat ibu-ibu asing itu di foto
bawah kanan.Posturnya semlohai sekali.

Akhirnya,boat sewaan datang lagi menjemput.Ternyata,menurut sang sopir boat,kebun bunga yang dipromosikan ibu-ibu itu,ada di sebelah kanan komplek villa ini.Akhirnya,karena penasaran,kita nyebrang di sana.Dan nambah lagi biayanya.Sial.

Dasar perek tu ibu-ibu!Kesel gw harus ngeluarin duit lagi.Lu ngerti kan?Walaupun cuma 20ribuan,tapi tetep aja itu duit.Banyak!bisa buat makan siang dan segala macem!Gw udah sengaja makan siang pake duren murahan!Tau gitu gw beli makan siang deh!Arrrghh..dasar pelacur!

Oh..tentu saja yang tadi itu bukan suara jeritan hati gw.Itu gw yang sedang membayangkan kalau yang jadi gw tadi itu kalian,travelling amateur.Pastilah ya..kalian kesal sekali dan mengumpat-ngumpat seperti itu.Hoaaahmm..ya..ya..ya.amateur.Dan kurang dana.Maklum.

Oke,back to perjalanan kita.Ternyata nama tempat itu adalah:

2. Uludanu

Uludanu adalah taman di seberang Bedugul.Cantik.Di situ ada pura-pura kecil dan bunga-bunga yang lumayan indahlah.Kalau kalian ingat video heboh promo Malaysia soal Tari Pendet,tempat ini adalah tempat penari pendet itu lenggak-lenggok.Setelah melihat tempat ini,si Ibu itu langsung menjerit kecil dan orgasme.Puas dia.Akhirnya tempat yang dia promosikan dari tadi,bisa dia kunjungi juga.





kiri bawah : Siska dan Ibu-ibu itu akrab sekali,bagai anak raja dan gundik ayahnya.

Selesai dari Uludanu kita balik lagi ke Bedugul dengan boat.Fun lagi!Jerit-jerit lagi! Setelah itu lanjut ke Lovina,yang kata Nora,ada lumba-lumbanya.

3.Lovina
Perjalan dari Bedugul ke Lovina tidak memakan waktu banyak.Setengah jam-an.Sampe di Lovina,kita agak kaget karena suasananya yang sepi.Kasian penjual-penjual di situ,apalagi penjual souvenirnya.Sangkin sepinya,mereka nawarin kalungnya seharga 1000 rupiah.Gw ngga beli,karena harganya masih lebih mahal dari harga diri gw waktu itu.Di tanggal itu,saham bakrie lagi turun,harga diri gw turun seiring turunnya harga saham Bakrie.

Kalau mau lihat lumba-lumba,kita harus menyewa boat seharga 200 ribu.Tapi lumba-lumba baru muncul sekitar jam 6 pagi.Sedangkan kita nyampe di situ sore.Kalau jam 6 pagi,kata Nora lewat twitter,kita bahkan nggak perlu ke tengah laut,di sekitaran pantai aja udah bisa keliatan sekawanan lumba-lumba yang berenang.Wow..pasti bagus.Di sini juga ada patung Brondan Prakoso lho,si penemu lumba-lumba.Si Lumba-lumbaa..makan duluu...begitu tulisan yang tertera di bawah patungnya.Jadi,belajar dari kita,kalo mau ke Louvina pagi-pagi aja ya. Tapi daripada perjalanan sia-sia,kita akhirnya mandi-mandi di laut.Pasirnya item.Ngga asik ah.

Ending hari ke-dua agak-agak turn off,ditutup dengan mandi-mandi di pantai yang sebenernya bisa kita lakukan di Kuta atau Ancol atau CBL yang di deket Cibitung.


Day 3

Hari ketiga masih mengambil rute yang jauh.Tujuannya ke arah Ubud dan istana Tampak Siring.Seperti biasa,gw dan Banu cuma teronggok di kursi belakang sambil mengunyah-ngunyah snack.Sedangkan Siska repot menyetir dan Ficky ribet membaca peta.Tiba-tiba kita melihat plang sebuah museum,Museum Antonio Blanco.Segera kita memasukinya.Secara inisiatif,gw menghampiri penerima tamu di museum itu.Ternyata ada harga tiket masuk.Satu orang 25 ribu.Gw beringsut pelan-pelan.Tubuh gw limbung.Pandangan menjadi kabur dan berkunang-kunang.Du..dua pul..luh..lima ribu?oh..pasti yang lain tidak sanggup membayar..padahal gw pengen banget masuk ke dalam.This is what an educated uber sexual guy should do on his vacation : Mengunjungi.Museum.Seni.It will make me a uber sexual guy completely.I want it so bad.Gw terisak-isak dalam kebimbangan...ini sulit..ini dilema..apa gw tinggalkan saja yang lain dan masuk sendiri?Tapi itu berarti gw egois..dan pria egois itu bukan pria uber sexual.

Akhirnya setelah berdebat dengan pikiran sendiri,gw putuskan untuk jujur kepada mereka.Dan ajaibnya,mereka langsung,"oh..ya udah..masuk yuk".Oh..terimakasih Tuhan..mereka pasti mau mengorbankan sebagian besar gaji mereka untuk masuk ke museum ini karena mengerti keinginanku yang besar untuk menjadi pria uber sexual seutuhnya.

Museum Antonio Blanco is Amazing.Breath Taking.Sayangnya kita ga boleh foto lukisan-lukisan di dalam museum.Akhirnya cuma foto-foto di luar.

oh..im'uber sexual.Perhatikan foto di atas.Terlihat seperti foto
untuk iklan hotel kan?btw,25 ribu itu udah include bunga
kamboja buat disematkan di kuping dan minuman caramel
yang seger banget.


Setelah dari museum,kita ke Ubud,foto-foto bentar terus ke Istana Tampak Siring.Sayang ternyata nggak boleh masuk.Harus izin dulu 1 minggu sebelumnya,itu pun izin ke istana negara yang di Jakarta baru nanti yang di Jakarta fax ke petugas tampak Siring di Bali untuk konfirm kedatangan kita.Ribet.Tapi katanya peraturan ini baru diberlakukan semenjak ada bom bali pertama.Sempak lah para bomber itu.Padahal kata Siska,dalemnya bagus banget.



Setelah dari Tampak Siring kita bingung mau kemana.Di perjalanan,kita melihat ada tempat yang rame sama wisatawan.Ya udah kita mampir.Nama tempat wisatanya Tirta Empul.Di dalamnya ada tempat-tempat ibadah umat Hindu gitu.

Ternyata di situ ada kolam doa.Jadi ada pancuran yang berderet.Harusnya kita mandi di bawah seluruh pancuran,dan berurutan.Tapi gw dan Banu mandi sesukanya.dari tengah,ke pojok kiri,ke tengah lagi.Padahal orang-orang khusyuk berdoa.Bule-bule aja ikut aturan.


Dan sebenernya,di kolam kecil itu kita nggak boleh berenang.Tapi gw dan Banu dengan pedenya berenang bolak-balik dan menganggap itu kolam renang Bulungan.Tadinya gw mau renang indah bolak-balik,bak angsa,terus loncat indah.Tapi nggak jadi,kenapa?nggak berani?Lah,pan nggak ada kostum baletnya,nggak ada papan loncatnya juga.Gimana sih?Tapi airnya emang sejuk banget deh.Sumpah.Seger banget abis mandi di kolam itu.


Oh ya,sarungnya nyewa,harganya sukarela.Kita ngasih 10 ribu.Jadi lu nggak perlu repot-repot bawa sarung dari rumah dan membayar koper tambahan.Terimakasih lu sama gw,kalo ngga gara-gara blog ini,pasti lu ribet bawa sarung.Karena ingat ya,kita mau bersenang-senang di sini..bukan sunat.I mean..when you heard the word Glamourous or seeing Paris Hilton,do the first word popped out in your mind is "Sarung"? Ngga kan?Amateur!


Setelah dari Tirta Empul kita segera makan malam.Kali ini ke Jimbaran.Jimbaran is the most famous place for fine dining in the world.It's soooo famous that even God have dinner here.Maksudnya gw.I'm travelling God,remember?Well,the food is good.But a lobster would make it perfect.Tapi sayangnya mereka nggak punya lobster.Walaupun gw udah bentak-bentak dan ngambek nggak mau makan kalo nggak ada lobster,mereka tetep nggak bisa menyediakan *menelan ludah melihat bule meja sebelah meninggalkan lobster yang masih dimakan setengah*


Dan akhirnya,hari ke tiga ditutup dengan cantik,dinner di Jimbaran yang romantis.Ahhh..romantisnya *mencium Ficky dan Siska,kita threesome.Banu jagain lilin*

Rabu, 27 Januari 2010

Bulan tua.Kuota abis.Internet lemot.Update episode terakhir dari Fuckation nunggu bulan muda dulu deh.Meanwhile,baca postingan baru di www.reviewsexy.blogspot.com

Catch you later...

Rabu, 13 Januari 2010

Fuckation #3.The Ending (well,almost)

Cerita sebelumnya : Dengan kecerdikannya,Roid berhasil menghabiskan waktu yang menyenangkan di Malang dengan hanya menghabiskan 10 ribu rupiah. Tak hanya itu,dia lagi-lagi berhasil menyelamatkan uang pembacanya sebanyak 1 milyar.Dan ajaibnya,uang itu belum dimiliki oleh pembacanya.Wow,menyelamatkan uang yang belum dimiliki oleh pemiliknya adalah pekerjaan yang sangat-sangat jenius bukan?Seperti menciptakan obat untuk penyakit yang belum ditemukan.Wow...Nobel dalam bidang kedokteran untuk kamu Roid..


3. Jember

Jember adalah kota yang bau pesing,dipadati bis kota,dipenuhi toilet umum di setiap sudutnya.Semua penduduknya cuma bicara dalam satu kalimat,"mau kemana?sini.sini" dan keciiiiiiiil banget,cuma sebesar terminal lebak bulus. Ummm....Oke.Gw ngaku.Gw cuma mampir di terminalnya doang.

Tapi Jember perlu gw tulis di sini karena gw sangat terkesan sekali dengan warung terminalnya,yang surprisingly,makanannya enak dan murah.Penampilannya sih kaya warung2 di terminal pada umumnya.Tidak resik dan kesat.Tapi makanannya enak.Dan yang mengejutkan,sangat murah. Selesai membayar makanan kita semua,Ficky sok-sok bermain tebak-tebakan,berapa jumlah tagihan makanan kami. Dalam hati gw nebak 1 juta,dengan rincian:

Siska 5000 rupiah. karena cuma makan nasi 1/4 serta tahu,tempe dan teh botol
ficky 20.000 rupiah karena makan nasi 1 3/4,lalapan ikan-kecil-aneh-ikan-teri-wannabe-tapi enak dan teh botol.
Banu 20.000 rupiah karena makan lalapan ikan lele plus es teh tawar
dan gw 955.000 karena..ya karena gw nggak bisa ngebayaingin aja ada benda seharga 10.000 yang masuk ke tenggorokan gw,i mean...ewwwww..soo disgusting.

tapi Ficky mengejutkan kita dengan memberi tahu bahwa harga semua makanan itu adalah 20 ribu rupiah.Wow.Semuanya terkejut.Tapi tentu beda jenis kekagetannya.Kalo gw terkaget-kaget karena ternyata masih bisa hidup padahal sudah menelan benda-benda murah itu. Yang lain terkejut simply karena nominal uangnya.yeah.i feel sorry for them.common people.rakyat kebanyakan.


4. Banyuwangi

dari Jember kita nyampe di terminal Banyuwangi.Banyuwangi juga cuma numpang lewat doang.Tapi yang perlu GUWE,si travelling God, tulis dan bisa jadi pembelajaran bagi ELO,para travelling amateur,adalah tanya dulu berapa ongkos yang harus kalian bayar kepada bus/angkot yang akan kalian tumpangi.Jangan malu,karena gak ada juga yang tau lu siapa kan?You're nothing!*menjentikkan jari ala black bitch* You're just a local tourist who stinks and whose messy hairs look like habis-diperkosa-7-kuli.So,yeah jangan sok artis deh amateur travellers *kikir-kikir kuku*.

Karena gak nanya-nanya tadi,kita harus bayar 15 ribu per orang untuk naik angkot sial dengan perjalanan cuma 10 menitan.Padahal gw liat sendiri mbak-mbak bertampang tukang jamu yang turun sebelum kita cuma bayar 3 ribuan. Dan sewaktu Siska,bendahara kita,secara spontan nanya kepada sopir,"60 ribu?",sopirnya dengan sengak jawab,"iya.kenapa?jangan kayak orang susah deh".Kalo punya pistol,gw tembak lubang kenikmatannya (i'm talking about lubang idung.emang lubang mana lagi yg bisa memberikan kenikmatan? *mata polos berkaca-kaca*).

Jadi,tips dari Travelling God kali ini adalah :

Dont act like you are a celebrity or something.Selalu bertanya dulu sebelum mengeluarkan uang.Dan jangan berdandan kaya mau menghadiri gala premiere film Hantu Puncak Datang Bulan.Santai aja dandannya.So u dont look like a tourist.So they dont think you have much money dan seenak jidat minta ongkos.

Kalau bisa,baju-baju kalian jangan dibawa pake tas/koper.Uwel-uwel dan bungkus aja pake kain batik.Bebat kaki kalian dengan kain kassa.Sebelumnya,olesi dulu darah sapi dan terasi busuk di kaki yang akan dibebat.Semakin banyak lalat yang mengerubungi,semakin berhasil usaha kalian untuk tidak terlihat seperti turis.Kalau masih dikira turis, bawa properti jamu gendong. Kalau bisa mendapatkan properti anak kecil yang lusuh dan kurus,lebih bagus.



5. B..oh..oke..im so excited to tell it to you..B..Oh my God..Oh My God..*mengibas-ngibaskan tangan di depan mata*...*tarik nafas,hembus nafas* oke..oke....here we go..the next destination is...B to the A to the L to the I...BALI! yaaaaaay! can u believe it,guys? *tersenyum manis palsu ala stupid blonde*

Nyampe Gili Manuk (pelabuhan di Bali),jam 10an kalo nggak salah.Terus kita jalan kaki nyari bis. Akhirnya dapet bis Jakarta-Bali tapi jadi penumpang gelap.Jadi kita duduk di bawah,di lantai bis.Persis di sebelah toilet.Masih mending ada kasurnya.Tapi properti kasur itu makin membuat kita mirip imigran gelap vietnam atau korban perdagangan perempuan. Too bad,fotonya nggak bisa gw upload.Masih ingat tips GUWE,si Travelling God,sebelumnya,kan? jangan berfoya-foya di bagian transportasi,kalau kalian tidak ingin mengais-ngais makanan di tempat tujuan wisata.

Akhirnya nyampe Denpasar jam 12 malam.Terus naik Taxi ke Kuta.Jangan lupa tawar dulu karena mereka nggak mau pake argo.Setelah tawar menawar,kita dapet 80ribu.Dalem taxi,kita coba telfon2 penginapan sekitar Poppies Lane tp ternyata nggak bisa booking.Akhirnya kita luntang-lantung nyari penginapan.Dan Setelah lelah mencari-cari,akhirnya kita mendapatkan penginapan bernama LA Inn (Lsomething Agung Inn).1 kamar cuma 115 ribu.Kita pesan 2 kamar.Sial.Padahal harusnya bisa dapet yg lebih murah.Ada yg 1 kamar 60 ribu lhooo.

Tips dari travelling God:
Karena kebanyakan penginapan di sana nggak bisa dibooking,apalagi di musim liburan,maka kalo punya temen di Bali,minta dia check-in dulu penginapan. Jadi malamnya nggak usah luntang lantung kaya kita.Tampar bibirnya kalo dia mencheck-in-kan kita di Hard Rock Hotel.Karena ingat,jangan boros di transportasi dan penginapan,biar kita bisa glamour di bagian makanan dan foya-foya.


So..setelah kemaren-kemaren kita rela melepas baju selebriti kita dan hidup layaknya kalian,rakyat jelata,akhirnya kita bisa kembali lagi berkehidupan glamour.Dan inilah gaya hidup glamour kita di heaven on earth...the one and only...Bali....


Day 1

Siska,our travelling Goddess (jadi kalian bisa bayangkan betapa expertnya dia, a Goddess of travelling God) bersabda bahwa di hari pertama ini kita cuma akan mengunjungi tempat-tempat yang dekat dari Kuta saja.Kita semua mengangguk lalu menari telanjang sambil menyembahnya.Dia juga berwahyu,agar gampang,kita menyewa motor untuk ke sana.Harga sewanya cuma 50 ribu untuk 24 jam.Okelah kalo begitu.Beg..beg..beg..

Setelah membeli peta,kita memutuskan rute hari ini adalah Tanjung Benoa-Garuda Wisnu Kencana-Dreamland-Uluwatu.

Setelah berdebat panjang soal siapa yg lebih berhak nyetir motor (hei,ini penting,siapa yg nyetir berarti dia yg lebih macho),akhirnya gw dan Banu memutuskan menyetir bergantian.Dan berkonvoilah kita ke Tanjung Benoa.

Ooh..the view sepanjang perjalanan was awsome! Biarpun cuma jalan raya,tapi ini jalan raya di Bali,so it's awsome! Ibaratnya tisu toilet yang nemu di wc umum terminal Lou Bach Beu Leuz Paris pasti lebih keliatan elegant dan couture daripada tisu Tessa baru yg dibeli di terminal Lebak Bulus.

Nyampe di Tanjung Benoa,kita (Cuma gw dan Banu. Siska dan Ficky lebih milih pekuk-pelukan di tepi pantai) langsung nggak kuat buat nyoba Banana Boat-Snorkeling-dan terjun payung (gw tau namanya bukan terjun payung,tp gw lupa,apa tu namanya yang kita pake parasut terus ditarik sama boat?).Tiga permainan itu kita bayar 150 ribu.Ga tau itu a good bargaining atau ngga.

Banana Boat sucked,Snorkeling juga,Terjun payung apalagi.Cepet banget.Guidenya ga ramah (kecuali waktu snorkeling).Not so good-lah.Pengen gw bakar rasanya Denpasar kalo udah gini.Habisnya gw udah ngeluarin 150 ribu! Nyesel banget. Bukan soal jumlah uangnya,150 ribu mah kecil yaaaa buat gw,cuma buat sekali minum sirup ABC edisi premium doang. Tapi yang bikin kesel,uang itu kan lebih baik gw kirim ke Nyokap buat biaya sekolah adik2 gw yang udah 3 bulan nunggak SPP atau beli beras buat makan kita sebulan.

Alasan memilih foto-foto ini : postur gw cukup aduhai di foto2 ini.

Alasan memilih foto-foto ini : wajah gw cukup aduhai di foto ini


Setelah berbasah-basahan kita merasa lapar. Akhirnya kita meninggalkan Tanjung Benoa dengan hati senang,perut lapar,badan basah,pantat asin.Setelah mencari-cari tempat makanan yang pas,akhirnya bertemulah kita dengan warung jawa yang makanannya murah,cuma 5000an.Setelah makan gw menyesal sekali,karena gagal menerapkan pola hidup glamour.Tapi gapapalah,makan siang pertama di Bali.Kita belum hafal medan soalnya.


Setelah itu lanjut ke tujuan berikutnya.See the pictures.


Di Garuda Wisnu Kencana.Ngeliat patung-patung raksasa yang ternyata terbuat dari tembaga.
Karena cape,jd kita di sini ngantuk.

Sbg Life guard professional,gw ga perlu pake pelampung
Dada gw udah cukup untuk membuat gw mengambang

Dream Land was amazing.Pasirnya putiiih banget dan halus. Lautnya biru. Ombaknya ramah buat kita yang beginner surfer ini. Ada tebing-tebing cantik jg di sekitarnya. Gw asyiiik banget berenang dan surfing sana sini.Sesekali gw membuat manufer-manufer cantik di atas papan surfing (manufer = sambil tiduran,melepas tangan kanan dari pegangan surfing,tangan kiri tetap berpegangan erat sm papan surfing.Sayup-sayup terdengar orang yang berteriak,"yaaay.hebaatt",gw)


Tidak terasa sudah 1 jam gw berenang,dan akhirnya kita pun beranjak pergi.Setelah itu iseng-iseng gw megang saku celana kolor yg masih basah.Dan gw ngerasa benjolan yang ternyata hape gw,Si Ryan,yang baru selesai di service kemaren,yang baru ganti mesin,yang performanya ciamik banget setelah di servis. Dan dia rusak.Mati di tangan gw. Tapi gapapalah,gw nggak pernah liat dia secantik itu sebelumnya.Mati dalam keadaan cantik.Pasti dia bahagia di sana.Goodbye Ryan sayang.


Dengan hati teriris dan pantat tetep asin (btw,kita ga bawa baju ganti,jadi tu baju dipake basah-kering),gw meninggalkan Dreamland dan menuju Uluwatu.

Thanks to Emultion,rambut gw bisa berkibar cantik

Sunset emang romantis,paling enak dinikmati bersama kekasih.
See Banu and his boyfriend.


Setelah itu kita pulang ke penginapan. Perasaan gw campur aduk.Antara senang dan sedih. Sedih karena si Ryan akhirnya berpulang ke RahmahAzhari,senang karena akhirnya gw bisa menerapkan gaya hidup glamour di Bali.

So,tips dari Travelling God kali ini agak berbeda. Jadi,setelah tips-tips hemat sebelumnya,Travelling God sangat menyadari kalau kalian ingin menikmati uang hasil kerja keras kalian. Makanya,Travelling God membuat tips cara hidup glamour di tempat liburan dengan maksimal :

Tips hidup glamour ala Travelling God:

1. Transportasi boleh angkot,tapi dandanan harus on.Kenakan pakaian termewah kalian ketika hendak menaiki angkutan umum. Bawa tas Eksport (literally,bukan merknya) yang keliatan mahal.Kalo kalian rasa belum terlihat mahal,tempelkan bros-bros emas atau berlian sebesar kepalan tangan orang dewasa di tas kalian.Kalo belum juga terlihat mahal,tempelkan juga dompet gratis pemberian dari Toko Emas A Hong dan surat-suratnya sebagai bukti kalau itu emas asli.

Tanya berapa ongkosnya ke Sopir.Ketika dia bilang,"60 ribu",langsung gesekkan kartu kredit kalian ke mulutnya sampe lecet.Setelah itu baru keluarkan uang cash yang jauh lebih besar: 62 ribu!! dan selipkan ke kantong zakar bajunya

2. Sebelum berenang,kantongi dulu hape touch screen paling mutakhir yg baru diganti mesinnya dan dipercantik tampilannya,terus blackberry 3 seri,iphone 3Gs,ipod touch,Nexian Berry..pokoknya kantongi terus sampe kantong kalian penuh dan gembul hingga kalian susah jalan dan orang-orang berfikir kalau kalian berpenyakit turun bero atau punya tumor kandung kemih.Lalu mulailah berenang seharian.Sampe gadget-gadget itu berkarat.

Belum merasa glamour?ikat gadget-gadget itu dengan benang satu persatu. Lalu seperti membuat teh celup,celupkan gadget-gadget itu ke dalam laut.Pelan-pelan...celup..tarik..celup..tarik..sambil mengikik-ngikik genit.Minta bantuan orang lain untuk membantu mencelup gadget lainnya. Jangan lupa panggil DJ. Sesuaikan celup-tarik-celup-tarik dengan beat musik.Voilaaaa! Kalian punya rave party termahal dan terglamour!


Bagaimana Travelling Amateur,cihuy kan tips dari Travelling God?Ayooo...lakukan tips itu dan kalian akan membuktikan kalau tips itu benar-benar fun!






Tidaaaaaaaaaaaaaaakkkk!!! Ryaaaaaaannnn.....Kembali ke Mamaaaaa...kembaliiiiiiiii.....Jangan pergiiiiiii.....huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!











PS : oke Roiders,gw janji edisi depan adalah edisi terakhir soal liburan.So stop yawning!